Irjen Kemenhaj Ungkap Isu Penting bagi Petugas Haji di Arafah

Petugas yang melayani jemaah haji menjelang wukuf di Arafah, yang akan berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 37 Second

Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, mengungkapkan beberapa masalah penting bagi petugas yang melayani jemaah haji menjelang wukuf di Arafah, yang akan berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026.

Salah satunya adalah volume lalu lintas saat jemaah bergerak dari Makkah ke Arafah. Ini karena itu bersamaan dengan pergerakan jutaan jemaah dari seluruh dunia ke tempat yang sama.

“Pergerakan jemaah Indonesia dilakukan 8 Dzulhijah, pada hari Senin (25/5/2026) jam 07.00 WAS. Jemaah bergerak dari hotel-hotel di seluruh Makkah menuju Arafah, inilah salah satu titik krusialnya,” katanya usai memimpin apel kesiapan petugas Arafah di Makkah, Sabtu (23/5/2026).

Fokus lain adalah bagaimana jemaah diatur menuju tenda dan setelah wukuf. Selain itu, ada 221.000 jemaah Indonesia, dengan sekitar 203.000 di antaranya adalah jemaah haji biasa.

Suhu udara panas

Selain masalah pergerakan, Dendi juga menyoroti suhu tinggi udara di puncak haji.

“Tahun ini diperkirakan oleh BMKG-nya Arab Saudi bisa mencapai 47 derajat celcius,” kata dia.

Satuan Operasi Armuzna akan bertanggung jawab atas operasi haji saat wukuf di Arafah. Satgas Arafah akan bertanggung jawab atas semua operasi tersebut.

Pergerakan jutaan jemaah dari seluruh dunia ke tempat yang sama. (Sumber Foto : Dok.MCH 2026)

Petugas daerah kerja bandara, juga dikenal sebagai daker, akan menuju Arafah pada hari Minggu, 24 Mei 2026, atau 7 Dzulhijah.

Mereka bertanggung jawab untuk memastikan bahwa fasilitas di Arafah siap untuk digunakan oleh jemaah haji Indonesia.

“Ketika jemaah datang pada 8 Dzulhijah atau 25 Mei 2026, semua petugas sudah siap,” ujarnya.

Menjaga layanan prima

Sebelumnya, Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, meminta petugas haji Indonesia untuk memberikan pelayanan prima kepada jemaah Indonesia selama fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Karena, menurut Gus Irfan, Armuzna adalah fase tertinggi haji, yang merupakan salah satu faktor yang menentukan seberapa baik pelayanan haji berjalan.

“Puncak dari haji adalah Armuzna, jika Armuzna berjalan sesuai harapan artinya kesuksesan sudah 80 persen,” ungkap Gus Irfan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today