Jalan Depan DPR RI Ditutup Polisi Karena Bertambahnya Massa Aksi Peringatan Hari Buruh

Polisi tutup Jalan Gatot Subroto di depan Gedung DPR/MPR RI, karena bertambahnya massa aksi peringatan hari buruh. (Source: Kompas.com/Febryan Kevin)
0 0
Read Time:2 Minute, 1 Second

Dikarenakan meningkatnya massa aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada hari Kamis, 1 Mei 2025, pihak kepolisian melakukan penutupan terhadap Jalan Gatot Subroto di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.

Dilaporkan bahwa penutupan itu terjadi pada sekitar pukul 11.30 WIB, dan untuk arus lalu lintas dari arah Semanggi menuju ke arah Slipi dialihkan ke Tol S. Parman atau Jalan Gerbang Pemuda.

Dikabarkan bahwa seluruh massa yang menyelenggarakan aksi ini adalah gabungan masyarakat sipil yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak.

Massa yang menyelenggarakan aksi ini adalah gabungan masyarakat sipil yang tergabung dalam Gebrak. (Source: ANTARA/Ilham Kausar)

Dilansir dari tempo.co, awalnya, aksi ini direncanakan bakal diselenggarakan di kawasan Sudirman-Thamrin, dengan long march yang dilakukan dari Dukuh Atas menuju ke Istana Negara.

Tetapi, pada akhirnya lokasi aksi dipindahkan dikarenakan salah satu faktornya adalah kehadiran dari Presiden Prabowo Subianto yang menghadiri peringatan May Day di Monumen Nasional atau Monas.

Berdasarkan informasi dari laman tempo.co, aksi kemudian diikuti oleh Aliansi Perempuan Indonesia, Serikat Pekerja Kampus, Aliansi Jurnalis Independen, Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), serta berbagai elemen masyarakat sipil lainnya.

Komisaris Besar Komarudin, selaku Dirlantas Polda Metro Jaya, seblumnya mengungkapkan bahwa tidak akan dilakukan penutupan jalan ketika penyelenggaraan peringatan May Day, tetapi pihak kepolisian tetap bakal menerapkan rekayasa lalu lintas jika diperlukan.

“Penutupan lalu lintas tidak dilakukan, namun akan ada rekayasa lalu lintas,” ujarnya dilansir dari laman Antara.

Diketahui bahwa dalam aksi tersebut, massa memberikan tuntutan agar pemerintah dapat mencabut UU Cipta Kerja beserta dengan peraturan turunannya, mengesahkan RUU Ketenagakerjaan yang pro buruh, serta memberikan kepastian dan jaminan kerja layak bagi kaum buruh.

Mereka juga mendesak agar RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, penghapusan sistem kemitraan bagi pekerja sektor digital seperti ojek dan kurir online, perlindungan bagi pekerja sektor medis, kelautan, pertanian, dan migran, serta pelaksanaan reforma agraria sejati, untuk segera disahkan.

Kemudian, terdapat beberapa tuntutan lainnya yang disampaikan oleh massa aksi, seperti penolakan proyek strategis nasional yang merusak lingkungan, pengesahan RUU Masyarakat Adat, dan juga penolakan keterlibatan militer dalam urusan sipil.

“Cabut UU TNI, tolak militer masuk kampus, pabrik, dan desa,” demikian salah satu seruan mereka, dalam laman tempo.co.

Sedangkan untuk peringatan May Day 2025 di kawasan Monas, diselenggarakan dalam tajuk May Day Fiesta dan dihadiri oleh Presiden Prabowo. Penyelenggaraan acara tersebut diisi dengan hiburan musik yang dibawakan oleh sejumlah grup band.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today