Tiga Kendala Terbesar Proyek IKN, Hutama Karya Buka-bukaan

Salah satu upaya besar Indonesia untuk mencapai visi kota dunia yang berkelanjutan adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. (Sumber Foto : Kompas.com)
0 0
Read Time:3 Minute, 42 Second

Salah satu upaya besar Indonesia untuk mencapai visi kota dunia yang berkelanjutan adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

BUMN pembangunan infrastruktur PT Hutama Karya (Persero) memainkan peran penting dalam proyek tersebut.

Namun, curah hujan tinggi dan kondisi geoteknik yang kompleks adalah beberapa masalah yang muncul seiring dengan pembangunan kota baru berskala besar.

Untuk memastikan proyek selesai sesuai jadwal kontrak pada tahun 2025, Adjib Al Hakim, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, mengungkapkan strategi percepatan yang akan diterapkan.

“Pembangunan IKN menghadapi tiga tantangan utama yakni curah hujan tinggi, kondisi geoteknik yang beragam, dan penyesuaian anggaran,” ujar Adjib kepada Kompas.com, Sabtu (21/6/2025). 

Lokasi IKN di Kalimantan Timur memiliki curah hujan yang tinggi, yang memengaruhi proses konstruksi seperti pengaspalan jalan dan pekerjaan struktural. Untuk mencapai hasil yang optimal, cuaca kering diperlukan.

Curah hujan yang sangat tinggi juga dapat mempersulit jadwal dan meningkatkan risiko kerusakan material di lapangan.

BUMN pembangunan infrastruktur PT Hutama Karya (Persero) memainkan peran penting dalam proyek tersebut. (Sumber Foto : Inilahkalsel.com)

Kondisi geoteknik di IKN berbeda-beda, mulai dari tanah lunak hingga rawa, yang membuat pembangunan infrastruktur seperti jalan, gedung, dan bendungan sulit.

Pengalaman Hutama Karya dengan proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) mirip dengan masalah ini. Di sana, anomali tanah dan kontur ekstrim juga menjadi hambatan.

Untuk proyek berskala besar seperti IKN, ketersediaan anggaran sangat penting.

Seringkali, biaya tak terduga, seperti pembebasan lahan atau kenaikan harga material, memerlukan penyesuaian anggaran.

Hal ini membutuhkan manajemen keuangan yang cermat agar proyek dapat dilaksanakan tanpa mengorbankan kualitas.

Metode Percepatan

Seperti yang dijelaskan oleh Adjib Al Hakim, Hutama Karya menggunakan sejumlah strategi percepatan yang inovatif dan berbasis teknologi untuk mengatasi masalah tersebut.

Untuk memastikan akurasi dan efisiensi, Hutama Karya menggunakan Model Informasi Gedung (BIM) untuk mengintegrasikan desain dan perencanaan proyek.

Selain itu, pengaspalan menggunakan teknologi mmGPS untuk lebih tepat, terutama pada proyek Jalan Tol IKN Segmen 3A Karangjoang-KKT Kariangau yang sudah tuntas sepenuhnya.

Teknologi ini mempercepat pelaksanaan proyek dan mengurangi dampak cuaca buruk.

Selanjutnya, Hutama Karya melibatkan tenaga kerja lokal dengan memberikan pelatihan seperti Sekolah Manajer Operasi Lokasi (SOM) dan kursus singkat untuk meningkatkan keterampilan teknis, manajerial, dan kepemimpinan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya.

Setelah terbukti berhasil dalam proyek JTTS, program ini kini diterapkan di IKN untuk menjamin kualitas dan ketepatan waktu.

Untuk memastikan bahwa setiap proyek di Hutama Karya selesai sesuai kontrak, mereka juga melakukan pengawasan ketat terhadap jadwal pelaksanaan. Misalnya, proyek Masjid Negara IKN, yang memiliki desain unik yang menyerupai kubah sorban, telah mencapai progres 69% pada pekan kedua Juni 2025.

Selain itu, pengawasan ini mencakup kepatuhan terhadap persyaratan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan kelestarian lingkungan.

Hutama Karya berkolaborasi aktif dengan Kementerian PU, Otorita IKN, dan masyarakat setempat untuk mengatasi masalah penyesuaian anggaran dan pembebasan lahan.

Strategi ini telah terbukti efektif dalam mempercepat proyek seperti Rumah Susun ASN 2 dengan tingkat pertumbuhan 94 persen dan Gedung Kemenko 2 dengan tingkat penutupan 100 persen. Proyek-proyek ini akan menjadi fokus utama untuk mendukung pemindahan ASN ke IKN pada tahun 2025.

Progres Dalam Proyek Strategis IKN

Hingga pekan kedua Juni 2025, Hutama Karya mencatatkan kemajuan besar pada dua belas proyek IKN:

  • Gedung dan Kawasan Kantor Kementerian Koordinator 2 telah selesai sepenuhnya, tetapi belum beroperasi.
  • Rusun ASN 2, 94%
  • Rumah Sakit Vertikal IKN: Sudah selesai sepenuhnya, dengan fokus pada perawatan pasien yang menderita penyakit jantung dan stroke.
  • Pembangunan Fasilitas Sisi Darat Bandara untuk VVIP IKN: Sudah 100 persen selesai, dan direncanakan untuk melayani pesawat besar seperti B-777 atau A380.
  • Segmen 3A Jalan Tol IKN Karangjoang-KKT Kariangau telah selesai sepenuhnya, meningkatkan aksesibilitas di wilayah tersebut.
  • Masjid Negara IKN: 69%
  • Sarana dan Prasarana 1B: Infrastruktur dasar IKN didukung sebesar 94%.
  • Jaringan Perpipaan Air Limbah KIPP 1 dan 3 memberikan 44%
  • Fender Jembatan Pulau Balang: Sudah beroperasi sepenuhnya
  • Jembatan Pulau Balang: Sudah beroperasi sepenuhnya
  • Tol IKN Segmen P. Balang—Sp. Riko (5B): 67%
  • Road IKN Section 3A-2 Karangjoang – KKTKariangau: 69%

Menurut Adjib Al Hakim, infrastruktur yang dibangun Hutama Karya di IKN tidak hanya bertujuan untuk menyelesaikan proyek fisik tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Masjid Negara akan menjadi simbol budaya dan spiritual, jalan tol akan meningkatkan konektivitas, rumah sakit berstandar internasional membantu kesehatan, dan bandara VVIP memudahkan mobilitas ke seluruh dunia.

Hutama Karya optimis bahwa seluruh proyek akan selesai tepat waktu dan dengan kualitas yang tepat, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan IKN sebagai “kota dunia untuk semua”, dengan dukungan strategi percepatan dan teknologi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today