Noel Menerima Gaji Rp 540 Juta Selama 10 Bulan Sebagai Wamenaker, Selain Mengalami Korupsi K3 Sebesar Rp 3 Miliar

(KPK) resmi menetapkan Immanuel Ebenezer Gerungan, atau Noel, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan. (Sumber Foto : Antara Foto)
0 0
Read Time:2 Minute, 24 Second

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Immanuel Ebenezer Gerungan, atau Noel, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan.

Noel menerima gaji dan tunjangan sekitar Rp 540 juta sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan dari Oktober 2024 hingga Agustus 2025. Namun demikian, pendapatan resmi bukan satu-satunya.

KPK juga menyatakan bahwa Noel menerima uang sebesar Rp 3 miliar dari pemerasan terhadap beberapa perusahaan pengurus sertifikasi K3.

“Saudara IEG menerima sebesar Rp 3 miliar pada Desember 2024,” kata Ketua KPK Setyo Budiyanto dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (22/8/2025).

Informasi tentang Gaji dan Tunjangan

PMK Nomor 176/PK.02/2015 menetapkan gaji dan tunjangan wakil menteri.

Wakil menteri menerima gaji pokok sebesar 85 persen dari tunjangan menteri, atau sekitar Rp 11,56 juta per bulan.

Kinerja kompensasi sebesar 135 persen dari pejabat eselon 1a, atau sekitar 7,42 juta rupiah per bulan.

Noel menerima gaji dan tunjangan sekitar Rp 540 juta sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan dari Oktober 2024 hingga Agustus 2025. (Sumber Foto : Antara Foto)

Jika Anda tidak memiliki rumah dinas, Anda akan menerima tunjangan perumahan sebesar Rp 35 juta setiap bulan.

Ada juga jaminan kesehatan dan kendaraan dinas. Jika dihitung secara keseluruhan, Noel menerima sekitar 53,9 juta rupiah setiap bulan, sehingga totalnya hampir 540 juta rupiah selama sepuluh bulan menjabat.

Noel mengatakan, “Gaji gua Rp 11 juta, tunjangan Rp 35 juta, jadi Rp 46 juta, ngurus se-republik ini dengan gaji Rp 11 juta dan tunjangan Rp 35 juta,” dalam sebuah podcast.

Korupsi dan Penghargaan Mewah

KPK menyatakan bahwa Noel memanfaatkan posisinya untuk melakukan pemerasan selain menerima gaji.

Ia, bersama sepuluh pejabat lainnya, menaikkan tarif pengurusan sertifikasi K3 menjadi Rp 6 juta dari Rp 275.000.

“Ada tindak pemerasan dengan modus memperlambat, mempersulit, atau bahkan tidak memproses permohonan sertifikasi yang tidak membayar sesuai tarif mereka,” kata Setyo.

Diduga, Irvian Bobby Mahendro, anak buah yang dikenal sebagai “sultan” di Direktorat Jenderal Binwas K3, telah memberikan Noel Rp 3 miliar dan satu unit motor Ducati.

“Saat minta motor, IEG ngomong ke IBM, ‘Saya tahu kamu main motor besar. Kalau untuk saya cocoknya motor apa?’,” ungkap Setyo.

Penahanan dan Barang Bukti

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang berlangsung dari 20 hingga 21 Agustus 2025, KPK menyita 22 kendaraan, termasuk 15 mobil dan 7 sepeda motor.

Selain Noel, sepuluh tersangka lainnya adalah Irvian Bobby Mahendro, Gerry Aditya Herwanto Putra, Subhan, Anitasari Kusumawati, Fahrurozi, Hery Sutanto, Sekarsari Kartika Putri, Supriadi, Temurila, dan Miki Mahfud.

Mereka dilindungi oleh Pasal 12 huruf (e) dan/atau Pasal 12B UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001.

KPK menyatakan bahwa praktik ini telah berlangsung sejak 2019 dan menghasilkan dana sebesar Rp 81 miliar, dengan Irvian menerima kontribusi terbesar sebesar Rp 69 miliar.

Noel dipecat dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto pada 22 Agustus 2025, hari yang sama dia ditangkap di Rumah Tahanan Cabang KPK.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today