Setelah Diberlakukannya WFH Imbas Demo, ASN Pemprov Jakarta Kembali Bekerja di Kantor

Pada hari Rabu, 3 September 2025, Aparatur Sipil Negara Pemerintah Provinsi Jakarta mulai berkantor lagi. (Source: Ilustrasi/Setkab)
0 0
Read Time:1 Minute, 32 Second

Setelah sebelumnya diberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) akibat aksi unjuk rasa yang tengah marak berlangsung di Jakarta beberapa hari belakangan ini, pada hari Rabu, 3 September 2025, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jakarta mulai berkantor lagi.

Pramono Anung Wibowo, selaku Gubernur Jakarta, mengungkapkan bahwa situasi di Jakarta kini telah kembali normal dan berjalan seperti biasa.

Gubernur Jakarta mengatakan bahwa situasi di Jakarta kini telah kembali normal dan berjalan seperti biasa. (Source: Ilustrasi/Kompas.com/Kurnia Sari Aziza)

Oleh sebab itu, pemberlakuan WFH yang berlangsung sejak hari Senin, 1 September hingga Selasa, 2 September 2025, telah dicabut.

“Untuk work from home yang kemarin sempat diadakan, karena kondisinya sudah menjadi normal tentunya saya sudah memberikan pesan kepada kepala dinas terkait untuk instruksinya itu dicabut,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta pada hari Rabu, dilansir dari Tempo.co.

Mengutip Tempo.co, Pramono juga menyampaikan bahwa para ASN yang berkantor di Jakarta diwajibkan mengikuti ketentuan untuk menggunakan transportasi umum yang diberlakukan setiap hari Rabu di area Pemerintah Provinsi Jakarta.

Saat ini, Pramono mengatakan bahwa sejumlah fasilitas transportasi umum yang berada di Jakarta sudah kembali beroperasi seperti biasa, walaupun terdapat beberapa halte yang sempat mengalami kerusakan akibat terbakar ketika berlangsungnya aksi unjuk rasa di Jakarta beberapa waktu lalu.

Diketahui bahwa aksi unjuk rasa yang berlangsung di Jakarta berakhir ricuh hingga menyebabkan sejumlah kerugian material.

Dilansir dari Tempo.co, menurut hitungan terbaru yang telah dilakukan oleh pemerintah, saat ini total kerugian dari sejumlah fasilitas publik serta infrastruktur yang mengalami kerusakan imbas aksi unjuk rasa tersebut mencapai hingga sebesar Rp 80 miliar.

Dilaporkan bahwa sejumlah infrastruktur di wilayah Jakarta yang mengalami kerusakan di antaranya adalah jembatan penyeberangan orang atau JPO di area Pasar Senen serta Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Kemudian, 18 kamera pengawas atau CCTV, 22 halte Transjakarta yang mengalami kerusakan atau terbakar, serta satu gerbang tol hangus.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today