Dimulai Hari Ini, Demonstrasi Melawan Korupsi Proyek Penanganan Banjir di Filipina

Warga Filipina dari kelompok transportasi Manibela mulai berkumpul untuk berunjuk rasa menentang korupsi proyek penanganan banjir. (Sumber Foto : AFP)
0 0
Read Time:2 Minute, 12 Second

Warga Filipina dari kelompok transportasi Manibela mulai berkumpul untuk berunjuk rasa menentang korupsi proyek penanganan banjir.

Sebagaimana dilaporkan oleh Inquirer pada Rabu (17/9), massa telah berkumpul sejak pukul 06.00 pagi waktu setempat. Mereka memakai baju kompak berwarna biru dan membawa spanduk.

“Sudah cukup. Lawan korupsi!” kata ketua Manibela, Mar Balbuena, saat memimpin demo di Philcoa, Quezon City.

Di Baguio, Pangasinan, Bacolod, Legazpi, Ormoc, Samar, dan Davao, ada titik demonstrasi. Balbuena menyatakan bahwa dari 300 ribu anggotanya, sekitar 100 ribu akan berpartisipasi dalam demonstrasi yang akan berlangsung hingga Jumat (19/9) mendatang.

Sementara itu, Pagkakaisa ng mga Samahan ng Tsuper, kelompok lain, akan melakukan demonstrasi di Piston besok Kamis (18/9).

Selain itu, demonstrasi yang akan berlangsung sepekan ini telah menarik perhatian Presiden Ferdinand Marcos Jr., juga dikenal sebagai Marcos Bongbong. Dia menyatakan dukungannya terhadap demonstrasi anti-korupsi dan menyatakan bahwa, jika presiden tidak hadir, dia akan bergabung dengan orang-orang yang turun ke jalan.

“Karena semuanya telah terekspos, ini sudah diketahui oleh banyak orang dan sekarang diketahui oleh masyarakat umum. Apakah anda akan menyalahkan mereka yang turun ke jalan? kata Marcos pada Senin (15/9).

“Jika saya bukan presiden, saya juga akan turun ke jalan bersama mereka,” lanjutnya.

Selain itu, dia percaya bahwa demonstrasi di Filipina tidak akan berakhir seperti yang terjadi di Indonesia dan Nepal, di mana pemerintah gagal mengambil sikap, yang menyebabkan kerusuhan.

“Itu terjadi jika kita tidak melakukan apa pun. Anda harus ingat, saya yang mengangkat topik ini. Dan kepentingan saya adalah untuk mencari solusi dari masalah yang telah menjadi sangat serius ini,” tuturnya.

Dugaan Korupsi Proyek Penanganan Banjir Menyebabkan Demonstrasi Nasional

Warga Filipina marah karena proyek pengendalian banjir yang tidak berhasil. Mereka kemudian menggerebek rumah Sarah Discaya, kontraktor yang mengerjakan lima proyek pengendalian banjir di Calumpit dan Baliuag.

Pagkakaisa ng mga Samahan ng Tsuper, kelompok lain, akan melakukan demonstrasi di Piston besok Kamis (18/9). (Sumber Foto : Reuters)

Akhirnya, tuduhan korupsi muncul setelah Komisi Audit (COA) menyerahkan lima Laporan Audit Kecurangan (FAR) ke Kantor Ombudsman terkait proyek pengendalian banjir yang dijalankan oleh Kantor Teknik Distrik 1, Bulacan Public Works and Highways (DPWH).

Ada lima proyek pengendalian banjir yang dikontrak oleh Wawao Builders, St. Timothy Construction, dan SYMS Construction Trading, menurut laporan.

Wawao Builders, yang diduga bertanggung jawab atas proyek pengendalian banjir hantu, menerima kontrak proyek senilai PHP 151,24 juta, atau Rp 43 miliar. Sementara itu, St. Timothy Construction Corporation menerima kontrak pemerintah senilai PHP 135,69 juta, atau Rp 38 miliar.

Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan bahwa proyek yang dikerjakan oleh perusahaan-perusahaan tersebut sebagian besar cacat dan belum selesai. Sebuah perusahaan mengklaim bahwa proyek pengendalian banjir sudah 100 persen selesai, tetapi faktanya belum selesai.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today