Diduga Akibat Olahan Ikan Cakalang Dalam Menu MBG, Ratusan Siswa di Banggai Kepulauan Alami Keracunan

Sebanyak ratusan siswa yang berlokasi di Kabupaten Banggai Kepulauan diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi hidangan MBG. (Source: Palu.tribunnews.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

Pada hari Rabu, 17 September 2025, dilaporkan bahwa sebanyak ratusan siswa yang berlokasi di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, diduga telah mengalami keracunan pada saat setelah mengonsumsi hidangan makan bergizi gratis atau MBG.

Dikabarkan bahwa sampai dengan hari Kamis pagi, jumlah korban terdampak dalam kasus keracunan ini mencapai sebanyak 251 siswa, yang di mana mereka telah dilarikan menuju ke Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Trikora Salakan untuk memeperoleh perawatan lebih lanjut.

Mengutip Tempo.co, sejumlah siswa yang diduga mengalami keracunan makanan tersebut berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar sampai menengah atas.

Sebanyak 251 siswa telah dilarikan menuju ke RSUD Trikora Salakan untuk memeperoleh perawatan lebih lanjut. (Source: Palu.tribunnews.com)

Berdasarkan informasi yang dirilis dalam laman resmi Kabupaten Banggai, melaporkan bahwa dari jumlah 251 siswa yang telah dilarikan ke rumah sakit, 78 di antaranya masih diberikan perawatan secara intensif, sementara untuk 173 anak lainnya sudah diperbolehkan untuk pulang.

Sejumlah siswa yang dilarikan ke rumah sakit itu merupakan siswa yang berasal dari beberapa sekolah di wilayah tersebut, di antaranya adalah SMA 1 Tinangkung, SMK 1 Tinangkung, SDN Tompudau, SDN Pembina, SDN saiyong, serta MTS Alkhairat salakan.

Ratusan pelajar tersebut diketahui telah mengalami gejala keracunan yang berbeda, mulai dari rasa gatal-gatal yang terjadi di seluruh badan, mual muntah, bengkak wajah, gatal tenggorokan, sesak nafas, pusing, hingga sakit kepala.

Diduga bahwa keracunan massal tersebut berasal dari olahan ikan dengan jenis cakalang yang terdapat di dalam menu lauk hidangan MBG yang diberikan pada hari Rabu siang, menurut hasil kesimpulan sementara yang telah dirilis.

“Diduga terdapat beberapa ekor ikan yang sudah tidak layak konsumsi,” demikian laporan dalam laman resmi pemerintah Kabupaten Banggai, hari Kamis, 18 September 2025, dikutip dari Tempo.co.

Dilansir dari Tempo.co, kini, RSUD Salakan tengah ramai menerima kedatangan dari sejumlah siswa yang hendak mendapatkan penanganan medis akibat terkena dampak keracunan makanan.

Kemudian, Pemerintah Kabupaten Banggai pun telah mendirikan sejumlah tenda darurat yang ditempatkan di depan rumah sakit untuk dijadikan sebagai lokasi perawatan serta observasi terhadap para siswa yang terkena dampak keracunan itu.

“Pihak Kesehatan memberikan penanganan pertama dan observasi selama satu kali dua puluh empat jam di RSUD Salakan,” tulisnya, dalam laman Tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today