Dikabarkan bahwa OpenAI, yang merupakan perusahaan pengembang ChatGPT, telah memberikan peringatan kepada seluruh pengguna pltaformnya agar tidak membuat berbagai macam bentuk konten eksploitasi anak dengan materi yang bersumber dari hasil akal imitasi atau AI.
Sejumlah konten tersebut di antaranya adalah yang mengandung materi pelecehan seksual anak atau child sexual abuse material (CSAM), serta materi eksploitasi seksual anak atau child sexual exploitation material (CSEM).

Mengutip Tempo.co, OpenAI menyampaikan peringatan tersebut melalui kebijakan penggunaan ChatGPT yang telah melarang untuk mengobjektivikasi siapa pun yang usianya masih di bawah 18 tahun.
“Kebijakan ini meluas ke pengembang yang membangun aplikasi di atas teknologi kami,” tulis OpenAI dalam situs resmi mereka, hari Kamis, 29 September 2025, dilansir dari Tempo.co.
OpenAI telah melarang pembuatan berbagai macam bentuk konten yang di dalamnya mengandung unsur CSAM dari hasil AI, grooming atau strategi manipulatif anak di bawah umur, konten melukai diri sendiri, hingga seksual atau kekerasan yang vulgar.
Dinukil dari Tempo.co, perusahaan tersebut juga telah memberikan larangan kepada para penggunanya agar tidak mempromosikan diet ataupun olah raga tidak sehat kepada anak di bawah umur, memperlakukan atau menstigma tipe tubuh atau penampilan anak di bawah umur, tantangan berbahaya, serta permainan peran seksual atau kekerasan.
“Setiap pengguna yang mencoba membuat atau mengunggah CSAM atau CSEM akan dilaporkan ke National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC) di Amerika Serikat, dan dilarang menggunakan layanan kami lebih lanjut,” tulis OpenAI, dalam laman Tempo.co.
Dilaporkan bahwa apabila masih terdapt sejumlah pengguna yang memproduksi ataupun mengunggah konten terlarang, maka OpenAI bakal melakukan pemblokiran.






