Pada hari Jumat pagi, 10 Oktober 2025, telah terjadi sebuah peristiwa gempa bumi berkekuatan M7,4 yang mengguncang wilayah Laut Filipina.
Akibat peristiwa gempa bumi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG merilis peringatan dini tsunami yang ditujukan untuk sejumlah wilayah di Sulawesi Utara serta Papua.

Mengutip Tempo.co, Daryono, selaku Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, mengungkapkan bahwa peristiwa gempa bumi itu memiliki titk pusat di 275 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 58 kilometer.
“Jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi,” kata Daryono melalui keterangan tertulis, dilansir dari Tempo.co.
Dalam peritiwa gempa bumi ini, BMKG mencatat bahwa dampak getaran dapat dirasakan paling kuat berada sejumlah wilayah, seperti Tahuna, Pulau Sangihe, dan Kepulauan Talaud, dengan skala IV MMI.
Sementara di Manado, getaran dengan skala II MMI dapat dirasakan oleh sejumlah orang hingga membuat berbagai benda ringan yang tengah digantung bergoyang.
Dinukil dari Tempo.co, BMKG juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang berada di sejumlah daerah agar tetap waspada akan adanya potensi dampak tsunami.
Sejumlah daerah tersebut di antaranya adalah Kota Bitung, Minahasa Utara bagian selatan, Minahasa bagian selatan, dan Kepulauan Talaud di Sulawesi Utara.
Kemudian, wilayah Supiori di Papua juga diminta BMKG agar selalu waspada. “Ya, tsunami minor kami menyebutnya,” kata Daryono terkait potensi gelombang yang datang maksimum 0,5 meter, dalam laman Tempo.co.
Daryono menyampaikan bahwa sejumlah wilayah yang mendapati peringatan dini ‘waspada’, diharapkan agar segera mengarahkan para warga untuk menjauh dari pantai serta tepian sungai.





