Tewaskan 49 Orang, Badai Melissa Hantam Wilayah Karibia Utara

Badai Melissa dikabarkan telah mengakibatkan tewasnya 49 orang di sejumlah negara di Karibia utara. (Source: REUTERS via CNBCIndonesia.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 33 Second

Menjadi badai paling kuat yang menghantam wilayah Samudera Atlantik pada minggu ini, Badai Melissa dikabarkan telah mengakibatkan tewasnya sebanyak 49 orang yang tersebar di sejumlah negara di Karibia utara, seperti Jamaika, Kuba, serta Haiti.

Dikabarkan bahwa di Haiti terdapat sedikitnya 30 kasus kematian serta 20 kasus orang hilang, menurut laporan pihak otoritas Haiti pada hari Kamis, dikutip Al Jazeera dalam laman Tempo.co.

Dampak dari kekuatan badai ini terasa hingga hampir di seluruh wilayah Karibia. (Source: NOAA via Metrotvnews.com)

Kemudian, di Jamaika terdapat laporan mengenai 19 kasus kematian, sedangkan di Republik Dominika ada satu kasus kematian.

Meskipun persiapan badai yang telah dilakukan oleh pemerintah bersama dengan badan-badan PBB serta berbagai LSM dapat mengurangi jumlah korban jiwa, namun terdapat sekitar 15.000 orang di Haiti yang terpaksa mengungsi akibat hantaman Badai Melissa, menurut laporan dari laman PBB.

Dilansir dari Tempo.co, pada hari Selasa lalu, Badai Melissa tiba di Jamaika, yang mana pemerintah setempat memasukkan badai ini ke dalam Kategori 5.

Dilaporkan bahwa Kategori 5 merupakan kategori paling tinggi dengan kecepatan angin maksimum mencapai hingga 295 kilometer per jam.

Keesokan harinya, Badai Melissa tiba di Kuba dan ditetapkan sebagai Kategori 3, yang kemudian pada hari Rabu malam badai tersebut kembali melaju melalui wilayah Bahama.

Diketahui bahwa dampak dari kekuatan badai ini terasa hingga hampir di seluruh wilayah Karibia, menyebabkan munculnya sejumlah cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan, serta banjir.

Mengutip Tempo.co, badan-badan PBB sampai dengan saat ini masih menghitung jumlah kerusakan serta dampak yang diakibatkan oleh hantaman Badai Melissa.

Namun, menurut Dennis Zulu, selaku Koordinator Residen PBB, penilaian awal untuk Jamaika hingga saat ini memperlihatkan kerusakan pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan analisa yang dilakukan oleh Accu Weather, perusahaan analisis cuaca asal AS, kerusakan awal serta kerugian ekonomi diestimasikan sebesar US$ 48 hingga 52 miliar atau lebih dari Rp 799,2 triliun.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today