Menurut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, api di lantai satu gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, menyebabkan kematian 22 orang.
Hal ini disampaikan Tito saat memberikan arahan kepada kepala daerah, dan disiarkan pada hari Kamis, 11 Desember 2025, melalui akun YouTube Kemendagri RI.
“Kemudian yang terbakar itu adalah bagian bawah, lantai satu, lantai satu pada saat jam makan siang, 12.43 (WIB),” kata Tito, dikutip Kompas.com, Kamis.

Tito menjelaskan bahwa Terra Drone adalah perusahaan yang berfokus pada menyediakan peralatan drone untuk survei, pemetaan, dan tujuan lainnya. Pemilik rumah toko, juga dikenal sebagai ruko, adalah pemilik perusahaan.
Dia menjelaskan bahwa ruko yang digunakan perusahaan berada di bagian tengah, di mana karyawan dapat bekerja, berdasarkan data dan hasil peninjauan lapangan.
Gedung tersebut memiliki enam lantai dan di atasnya ada rooftop.
Namun, ruko tiga lantai di sisi kiri dan kanan PT Terra Drone tidak digunakan oleh PT Terra Drone.
“Nah, di bagian bawah itu adalah tempat menaruh barang-barang, untuk dalam kotak-kotak yang sudah di-packing, yang isinya baterai dan komponen untuk merakit drone,” ucap Tito.
“Sedangkan lantai berikutnya itu adalah lantai untuk bekerja. Lantai 2, 3, 4, 5, 6 untuk manajemen dan lain-lain. Total pegawai ada 80,” tambah dia.
Pada saat kebakaran terjadi pada Selasa, 9 Desember 2025, pukul 12.43 WIB, pegawai PT Terra Drone tengah sedang makan siang. Akibatnya, tersisa 41 orang.
Ketika api mulai muncul dari lantai bawah, karyawan berlari ke lantai atas untuk menyelamatkan diri.
Karena tidak ada jalur evakuasi lain, mereka hanya dapat menggunakan tangga.
Melompat ke gedung di kanan atau kiri, atau ke belakang, tidak diizinkan.
“Hanya depannya saja kaca ini. Sehingga makin ke atas makin terkunci, terkurung, terjebak,” ungkap dia.
Asap naik ke tangga dari lantai bawah ke atas.
Sejauh ini, Tito tidak tahu apakah si jago merah melahap gedung PT Terra Drone karena kelalaian atau niat jahat.
“Tapi, yang jelas karena di bawah itu ada packing-packing-nya drone yang termasuk isinya baterai, ya baterai ini mungkin baterai lithium, yang kalau terbakar itu akan, asap biasa saja itu bisa menyebabkan kematian karena terlalu banyak karbon monoksida,” ungkap dia.
Dari kasus ini, Tito menegaskan bahwa 22 orang yang tewas dalam insiden tersebut bukan karena terbakar, tetapi karena menghirup asap.
“Jadi menghisap asap, dia naik makin ke atas, makin ke atas. Asap dari bawah juga masuk lewat tangga dan lain-lain, itu makin ke atas ya asapnya berkumpul di sana dan terhisap,” ujar dia.
Pada hari Rabu, 10 Desember 2025, Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, Michael Wishnu Wardana, ditangkap oleh polisi.
Menurut AKBP Roby Saputra, Kasus Reskrim Polres Jakarta Pusat, Michael Wishnu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran Gedung Terra Drone Indonesia.
“Yang bersangkutan sudah kami tangkap,” kata AKBP Roby Saputra, saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (11/12/2025).





