Banjir Bandang Sitaro Sulut Mengakibatkan Kematian 11 Orang dan 5 Orang Hilang

11 orang tewas dalam banjir bandang yang menerjang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. (Sumber Foto : Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro)
0 0
Read Time:1 Minute, 23 Second

11 orang tewas dalam banjir bandang yang menerjang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Senin (5/1/2026).

Senin pukul 19.00 WIB, BNPB melaporkan jumlah korban banjir bandang Siau.

“Dari kesebelas korban meninggal dunia, enam jenazah telah teridentifikasi, sementara lima jenazah masih dalam pendataan,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).

Abdul mengatakan bahwa BPBD Kabupaten Siau menyediakan tempat pemakaman untuk korban meninggal dunia.

“Hingga Senin malam, lima orang masih dinyatakan hilang atau dalam pencarian oleh operasi search and rescue atau SAR,” ujar dia.

Cuaca buruk, yang dapat menyebabkan banjir dan longsor berulang, sempat menghalangi pencarian.

“Selain korban meninggal dunia, kejadian ini turut berdampak pada 143 kepala keluarga atau 444 jiwa yang harus mengungsi,” ucap dia.

BNPB melaporkan jumlah korban banjir bandang Siau. (Sumber Foto : Dok BNPB)

Banjir bandang Siau mempengaruhi empat kecamatan, menurut Abdul Muhari, berdasarkan hasil asesmen di lapangan.

“Wilayah terdampak meluas menjadi empat kecamatan meliputi Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan,” ucap dia.

Pemerintah daerah setempat sekarang membuka pos pengungsian sementara di gedung GMIST Bethbara. Mereka telah menyiapkan alat tidur, perlengkapan anak, dan makanan siap saji untuk pengungsian.

Karena keadaan darurat ini, Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro mengeluarkan SK Nomor 1 Tahun 2026 untuk menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro selama 14 (empat belas) hari, mulai 5 Januari hingga 18 Januari 2026.

BPBD Kabupaten Siau bekerja sama dengan Dinas PU dan Dinas Lingkungan Hidup memobilisasi alat berat (excavator dan wheel loader) ke lokasi bencana untuk membuka akses jalan yang putus. Target kerja dilakukan saat cuaca sesuai.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today