Dilaporkan bahwa proses pembersihan lumpur bekas bencana banjir bandang yang sebelumnya telah melanda wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, dipercepat oleh pihak Kementerian Pekerjaan Umum atau PU.
Sampai dengan saat ini, proses pembersihan lumpur bekas banjir yang terdapat di sejumlah fasilitas umum di wilayah tersebut diperkirakan telah mencapai sekitar 60 persen.
Proses pembersihan berlangsung di 52 fasilitas umum, yang mana di antaranya meliputi sarana pendidikan, kesehatan, perkantoran pemerintahan, rumah ibadah, pasar, serta sejumlah fasilitas pelayanan publik lainnya, menurut data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU.

Mengutip Tempo.co, Dody Hanggodo, selaku Menteri PU, mengungkapkan bahwa percepatan proses pemulihan sejumlah fasilitas umum ini bertujuan agar aktivitas seluruh masyarakat di wilayah tersebut dapat kembali berjalan seperti biasa.
“Kami ingin memastikan masyarakat terdampak tidak terlalu lama berada dalam kondisi sulit. Selain pembersihan fasilitas umum, pemerintah juga menyiapkan hunian sementara dan infrastruktur dasar sebagai bagian dari pemulihan menyeluruh,” kata Dody dalam keterangan tertulis, hari Selasa, 6 Januari 2026, dilansir dari Tempo.co.
Dody menyampaikan bahwa proses pembersihan lumpur ini dilakukan dengan fokus pada sisa banjir bandang yang menyelimuti berbagai bangunan serta halaman fasilitas umum yang memiliki ketebalan mulai dari 10 sampai 100 sentimeter.
Dikabarkan bahwa sejumlah lokasi yang saat ini tengah dibersihkan di antaranya terdiri dari 19 kantor pemerintahan, 16 fasilitas keagamaan dan pendidikan keagamaan, 8 fasilitas pendidikan formal, 2 fasilitas kesehatan, 1 pasar, 1 fasilitas olahraga, satu lokasi hunian sementara atau huntara, dan 4 fasilitas umum lainnya.
Sementara itu, beberapa fasilitas strategis di wilayah tersebut, seperti Terminal Tipe B Kuala Simpang, Pendopo Bupati, Polres Aceh Tamiang, RSUD Aceh Tamiang, serta Pasar Kuala Simpang, saat ini mulai kembali beroperasi secara normal.
Dinukil dari Tempo.co, dalam proses pembersihan serta pengangkutan sisa lumpur di sejumlah lokasi terdampak, Kementerian PU telah mengerahkan berbagai macam alat berat, seperti excavator PC 150–200, excavator PC 50–75, dump truck, loader, hingga water tank.
Kemudian, terdapat juga puluhan unit alat berat yang dikirimkan oleh berbagai pihak untuk membantu proses penanganan sisa lumpur, seperti dari PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, serta PT Pembangunan Perumahan.
“Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memulihkan fungsi infrastruktur dasar di Kabupaten Aceh Tamiang,” ungkap Dody, dalam laman Tempo.co.





