Rial Iran Sangat Turun, Kini Tidak Sampai Setengah Rupiah Indonesia

Di tengah demonstrasi besar-besaran yang berlangsung selama dua pekan, nilai rial Iran merosot tajam. (Sumber Foto : X @MarioNawfal)
0 0
Read Time:2 Minute, 42 Second

Di tengah demonstrasi besar-besaran yang berlangsung selama dua pekan, nilai rial Iran merosot tajam.

Nilai rial turun hingga mencatatkan rekor terendah sepanjang masa, menurut Kompas.com, Rabu (14/1/2026).

Di pasar terbuka, nilainya saat ini mencapai 1,4 juta rial per dolar AS. Kondisi ini menunjukkan tingkat tekanan yang ada pada ekonomi Iran saat ini.

Berapa nilai satu rial dalam rupiah, mata uang Indonesia?

Hanya Rp 0,40 per rial

Saat ini, nilai mata uang rial Iran (IRR) terhadap rupiah Indonesia berada di level yang sangat rendah.

Satu rial sekarang tidak sampai setengah rupiah Indonesia, menurut perhitungan kasar.

1 rial hanya setara dengan sekitar Rp 0,40 dalam mata uang Indonesia. Dengan demikian, 100.000 rial baru menjadi sekitar Rp 40.000.

Angka-angka ini menunjukkan kelemahan mata uang Iran karena depresiasi yang telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Inflasi Sebesar 43 Persen

Ekonomi Iran telah berubah karena penurunan nilai rial dalam beberapa tahun terakhir. Data resmi dari Bank Sentral Iran menunjukkan bahwa negara tersebut mengalami inflasi tahunan rata-rata sebesar 43%.

Sebagaimana dikutip dari Kompas.com pada Rabu (13/1/2026), ini sudah terjadi selama delapan tahun.

Kondisi ini menunjukkan tingkat tekanan yang ada pada ekonomi Iran saat ini. (Sumber Foto : Pexels)

Harga barang dan jasa naik lebih dari 17 kali lipat sebagai akibat dari inflasi yang tinggi ini.

Situasi ini secara efektif mengurangi daya beli 94% orang.

Harga emas di Iran juga tertekan oleh inflasi; harga emas secara global akan meningkat sebesar 230 persen dari 2018 hingga 2026.

Namun, harga emas 18 karat melonjak drastis di Iran, melonjak dari 1.387.00 rial (556.773 Rp) menjadi 160.550.000 rial (Rp 64 juta).

Artinya, harga telah melonjak lebih dari 115 kali lipat.

Peningkatan nilai dolar AS hanya akan mengikuti kenaikan harga emas di Iran jika harga emas secara global tetap stabil.

Namun, krisis keuangan Iran diperparah oleh kenaikan harga emas.

Penyebab rial runtuh

Salah satu penyebab penurunan nilai rial adalah sanksi internasional terhadap Iran.

PBB kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran sejak September 2025.

Ini terjadi setelah kegagalan Dewan Keamanan PBB untuk mengesahkan resolusi yang memungkinkan keringanan sanksi.

Tujuan dari kesepakatan non-proliferasi adalah untuk membatasi upaya nuklir Iran.

Sanksi PBB terhadap Iran termasuk embargo senjata konvensional, pembatasan hubungannya dengan program rudal balistik Iran, pembekuan aset yang ditargetkan, dan larangan perjalanan. Di sisi lain, Uni Eropa juga menjatuhkan sanksi kepada Iran.

Sanksi yang serupa juga dikenakan pada Iran karena catatan hak asasi manusianya dan aktivitasnya dalam mengirimkan drone ke Rusua, yang digunakan untuk invasi Ukraina.

Mata uang turun, demonstrasi

Salah satu penyebab revolusi Iran yang paling signifikan adalah penurunan drastis nilai rial.

Menurut laporan Kompas.com pada hari Minggu (4/1/2026), masyarakat Iran khawatir tentang biaya hidup yang terus meningkat.

Biaya hidup masyarakat di sana mengalami penurunan yang signifikan sebagai akibat dari penurunan mata uang ini.

Selain mendorong inflasi, penurunan nilai Rial berdampak pada harga makanan, yang sekarang naik rata-rata 72% dibandingkan tahun sebelumnya.

Harga makanan melonjak, termasuk susu yang naik enam kali lipat dan barang lain yang naik hingga sepuluh kali lipat, kata Majid Ebrahimi, seorang sopir taksi dari masyarakat Iran.

“Andai saja pemerintah, alih-alih hanya fokus pada bahan bakar, bisa menurunkan harga barang-barang lain,” ucapnya kepada Al Jazeera.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today