Kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah kunci daya saing PT Pertamina (Persero). Untuk memenuhi komitmen ini, PT Pertamina menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI).
Pada tahun ini, Pertamina memasukkan 419 karyawan dari berbagai entitas sebagai bagian dari rencana jangka panjangnya.
Proses ini dilakukan dalam upaya menyiapkan insinyur berkualitas tinggi yang siap menghadapi transformasi yang akan terjadi di industri energi. Program PSPPI menjadi alat penting untuk meningkatkan keterampilan teknis, kepemimpinan, dan profesionalisme perwira.
Program ini juga membantu Pertamina memperkuat keunggulan operasional bisnisnya yang sudah ada dan mendorong pengembangan bisnis baru, seperti membantu transisi energi dan pengembangan energi hijau.
Menurut Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Pertamina adalah rumah bagi para insinyur yang telah membangun fondasi ketahanan energi Indonesia selama lebih dari enam puluh tahun.
Oleh karena itu, dalam menghadapi transformasi digital dan transisi energi, strategi utama perusahaan adalah meningkatkan kompetensi SDM.
“Melalui sinergi Pertamina dengan ITB, kami menyiapkan insinyur yang unggul secara teknis, memiliki daya analisis yang kuat, etika profesional, serta kemampuan adaptif terhadap perubahan,” ujar Simon dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (16/1/2026).
Andy Arvianto, Direktur SDM Pertamina, menyatakan bahwa pengembangan dan peningkatan kompetensi SDM sangat penting untuk keberlanjutan bisnis dan ketahanan energi nasional.
Menurutnya, tindakan ini juga merupakan investasi strategis untuk masa depan perusahaan.
“Pengembangan kompetensi melalui pendidikan profesi merupakan investasi jangka panjang. Kami ingin memastikan setiap perwira memiliki akses yang luas terhadap peningkatan kapasitas diri agar tetap relevan, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan bisnis yang terus berkembang,” jelas Andy.
Andy menyatakan bahwa dukungan dan kerja sama dengan PSPPI ITB merupakan bagian penting dari rencana Pertamina untuk meningkatkan sumber daya manusia.
Dengan cara ini, para perwira dapat mempertahankan kemampuan mereka untuk mengikuti perkembangan industri energi di seluruh dunia.
Realita dari pengembangan sumber daya manusia yang unggul di sektor energi
Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof Dr Ir Tatacipta Dirgantara, melihat program kerja sama sebagai upaya konkret untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul di bidang energi.

Menurutnya, undang-undang keinsinyuran Indonesia mengizinkan inisiatif ini.
“Program ini tidak hanya memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, tetapi juga memastikan para insinyur Indonesia memiliki kompetensi teknis kelas dunia, wawasan global, karakter yang kuat, serta menjunjung tinggi etika profesi dan jati diri bangsa,” terangnya.
Menurut informasi yang kami terima, program profesi insinyur yang dibuat oleh Pertamina dan ITB resmi dibuka pada Kamis, 8 Januari 2026.
Perjanjian kerja sama ini berlaku untuk satu tahun atau dua semester berikutnya dalam pendidikan.
Pertamina berkomitmen untuk menyiapkan talenta unggul yang fleksibel, inovatif, dan berdaya saing di seluruh dunia melalui penguatan kompetensi SDM secara berkelanjutan dan kolaborasi strategis dengan akademisi ITB.
Langkah ini merupakan bagian penting dari upaya Pertamina untuk menjaga ketahanan energi nasional, mempercepat transisi energi, dan memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan untuk menghadapi tantangan masa depan industri energi yang terus berkembang.
Sebagai pemimpin dalam transisi energi, Pertamina berkomitmen untuk mendukung target Net Zero Emissions 2060. Selain itu, perusahaan terus mendukung program-program yang berdampak langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Upaya ini adalah bagian dari transformasi Pertamina yang berfokus pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan bisnis, dan perlindungan lingkungan.
Untuk mencapai hal ini, Pertamina bekerja sama dengan Danantara Indonesia untuk menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social, & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi perusahaan.






