Kasus Diare Massal Landa Ratusan Warga Pacitan, Mayoritas Korban Adalah Anak-anak

Telah terjadi insiden diare massal yang melanda 290 warga di Pacitan, Jawa Timur. (Source: Ilustrasi/Bhinneka.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 25 Second

Dilaporkan bahwa telah terjadi insiden diare massal yang memberikan dampak terhadap 290 warga di Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Kasus diare massal yang tengah melanda ratusan orang di wilayah tersebut, mayoritas korbannya adalah balita serta anak-anak.

Para warga yang terdampak telah mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti mual, muntah, hingga gejala diare akut. (Source: Ilustrasi/Shutterstock via Kompas.com)

Dalam insiden ini, sejumlah warga yang terkena dampak telah mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti mual, muntah, hingga gejala diare akut.

Mengutip Tempo.co, Daru Mustikoaji, selaku Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, mengungkapkan bahwa insiden diare massal ini berlangsung sejak tanggal 12 sampai 23 Januari 2026, dengan kasus terparahnya muncul pada hari Senin, 19 Januari 2026 lalu.

“Melihat dari periodesasinya, kecurigaan atau dugaan penyebabnya mengarah ke mikroorganisme bakteri, virus, protozoa, alga atau fungi di dalam air yang dikonsumsi,” kata Daru, hari Senin, 26 Januari 2026, dilansir dari Tempo.co.

Menanggapi hal tersebut, sampel air yang diperoleh dari sejumlah sumber telah diambil untuk dilakukan pengujian di Balai Besar Laboratorium Kesehatan atau BBLK Surabaya.

Sejumlah sampel itu juga nantinya bakal dikirimkan menuju ke Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan yang berada di Jakarta. “Untuk hasil pemeriksaan laboratorium belum ada hasilnya,” ucap Daru, dalam laman Tempo.co.

Dikabarkan bahwa untuk mengatasi kasus diare massal ini, pada 23 Januari 2026, pihak Dinas Kesehatan Pacitan telah melakukan upaya klorinasi di sejumlah sumber air para warga.

Dinukil dari Tempo.co, klorinasi merupakan salah satu metode disinfeksi sumber air baku yang bertujuan untuk membunuh berbagai macam bakteri, virus, hingga protozoa patogen, dengan menggunakan senyawa klorin, yakni klorin cair, gas, atau kaporit.

“Kami juga melakukan sosialisasi tentang PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) kepada guru, kader, dan perangkat desa,” ungkap Daru, dikutip dari Tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today