Penjualan senjata ke Israel dan Arab Saudi senilai miliaran dolar AS terjadi di tengah eskalasi tensi di kawasan, terutama antara AS dan Iran.
Menurut AFP, Kementerian Pertahanan telah memberi izin kepada Israel untuk membeli 30 helikopter Apache senilai $ 3,8 miliar.

“AS tetap berkomitmen untuk menjamin keamanan Israel, dan ini adalah langkah vital terkait kepentingan nasional AS untuk membantu Israel mempertahankan kekuatan dan kemampuan bertahan,” kata Kemhan AS lewat statement yang disiarkan resmi, Jumat (30/1).
“Dan penjualan ini konsisten dengan tujuan tersebut,” lanjutnya.
AS juga menjual Kendaraan Taktis Ringan ke Israel senilai $ 1,8 miliar selain Apache.
Meskipun demikian, AS telah mencapai kesepakatan untuk menjual 730 rudal anti serangan udara Patriot, yang bernilai $9 miliar dan mampu menghalangi serangan roket atau berbagai ancaman serangan udara lainnya, kepada Arab Saudi.
Saudi memiliki posisi yang rumit. Secara kultural dan historis, negara itu berseberangan dengan Iran dan merupakan sekutu dekat AS di Timur Tengah.
Saat AS dan koalisinya menggempur Irak pada 1991, mereka juga menggunakan markas-markas mereka di Saudi untuk menyerbu Irak.
Namun, Saudi bersikap berbeda saat hubungan antara AS dan Iran semakin memanas belakangan ini. Pangeran Mohammed Bin Salman (MBS) menyatakan bahwa dia tidak akan membiarkan serangan terhadap Iran terjadi di wilayahnya. Ini disampaikan oleh Pangeran MBS setelah berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian melalui telepon.
“Kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayahnya digunakan untuk tindakan militer apa pun terhadap Iran atau untuk serangan apa pun dari pihak mana pun, terlepas dari asal-usulnya,” demikian keterangan tersebut dikutip dari The Saudi Press Agency (SPA) Rabu (28/1).
MBS meningkatkan keamanan dan stabilitas di wilayah dengan mendukung upaya penyelesaian masalah melalui jalur dialog.





