Mendikdasmen Meresmikan 76 Sekolah di Aceh dan Pemulihan Layanan Pendidikan Pascabencana

Dua sekolah, SD Negeri 12 Bintang di Kabupaten Aceh Tengah dan SMA Negeri 1 Baktiya di Kabupaten Aceh Utara, diresmikan oleh Abdul Mu’ti. (Sumber Foto : DOK. Kemendakdismen)
0 0
Read Time:3 Minute, 18 Second

Dua sekolah, SD Negeri 12 Bintang di Kabupaten Aceh Tengah dan SMA Negeri 1 Baktiya di Kabupaten Aceh Utara, diresmikan oleh Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen).

Peresmian ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperbaiki layanan pendidikan pascabencana dan memastikan bahwa sekolah menjadi tempat belajar yang aman dan layak.

Selain itu, peresmian merupakan bagian dari upaya nasional untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah terdampak bencana. Tujuannya adalah tuntas secara bertahap pada tahun 2026.

Mendikdasmen meresmikan secara simbolis 53 satuan pendidikan yang merupakan produk dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di SD Negeri 12 Bintang. Satuan-satuan ini terletak di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah.

Salah satu tujuan dari program ini adalah untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan yang rusak akibat banjir bandang dan longsor yang melanda dataran tinggi Gayo.

“Sekolah harus kembali menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman. Karena itu, revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan pendidikan,” ujar Mendikdasmen, di Aceh Tengah, Kamis (29/1/2026), dilansir dari Kompas.com.

Mendikdasmen melihat langsung beberapa sekolah yang terkena dampak bencana selama kunjungan kerjanya. Ini termasuk sekolah-sekolah yang masih melakukan pelajaran di ruang darurat.

Pemerintah berjanji untuk mempercepat pembangunan sekolah baru dan merelokasi sekolah yang berada di wilayah rawan bencana.

Mendikdasmen menyatakan bahwa bangunan SMP Negeri 22 Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, telah mengalami kerusakan parah dan telah mengalami beberapa kali longsor, sehingga tidak dapat digunakan lagi.

Ia menyatakan bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah telah bekerja sama untuk merelokasi sekolah ke tempat baru yang telah disiapkan.

“Insyaallah, sekolah tersebut akan mendapatkan bantuan pembangunan Unit Sekolah Baru pada tahun 2026,” ujarnya.

Sementara itu, Kemendikdasmen akan memberikan bantuan tambahan dalam bentuk pembangunan ruang kelas baru untuk SD Negeri 12 Bintang, yang mengalami longsor di bagian belakang bangunan.

Pada hari Rabu, 28 Januari 2026, Mendikdasmen juga meresmikan 23 satuan pendidikan di SMA Negeri 1 Baktiya di Kabupaten Aceh Utara.

Sebagai bagian dari program rehabilitasi satuan pendidikan terdampak bencana, sekolah tersebut memenuhi persyaratan keselamatan bangunan dan kebutuhan pembelajaran.

Pemerintah berharap revitalisasi ini akan membuat pendidikan lebih aman, inklusif, dan berkualitas secara merata dan memastikan pemulihan pendidikan pascabencana, khususnya di wilayah yang terdampak.

Hingga saat ini, 36 sekolah di Kabupaten Aceh Tengah dan 17 sekolah di Kabupaten Bener Meriah telah dibangun dan direhabilitasi sepenuhnya dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025.

Semuanya siap untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Mendikdasmen memanfaatkan teknologi untuk mendorong modernisasi pembelajaran seiring dengan penguatan infrastruktur fisik.

Untuk mengatasi kendala geografis di daerah pegunungan dan terpencil, sekolah yang telah menerima Papan Interaktif Digital (PID) akan diperkuat dengan konektivitas internet, termasuk layanan internet berbasis satelit.

Untuk memastikan keberlanjutan layanan pendidikan, terutama di daerah terpencil, Abdul Mu’ti menyatakan akan terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan pendukung, seperti pembangunan ruang guru dan rumah dinas guru.

Harapan baru untuk siswa diberikan oleh Revitalisasi Satuan Pendidikan

Sektor pendidikan dianggap memiliki dampak yang signifikan dari revitalisasi tersebut. Menurut Yusbida, Kepala Sekolah SLB Negeri Silih Nara Angkup di Takengon, dan Marhamah, Kepala SMAN 1 Timang Gajah di Bener Meriah,

Mendikdasmen juga meresmikan 23 satuan pendidikan di SMA Negeri 1 Baktiya di Kabupaten Aceh Utara. (Sumber Foto : Antara)

Mereka berdua mengakui bahwa sekolah mereka menghadapi kekurangan dan kerusakan sarana prasarana sebelum revitalisasi program, yang berdampak langsung pada proses pembelajaran.

Dengan program revitalisasi, kedua sekolah itu kini memiliki ruang belajar dan fasilitas penunjang yang lebih layak, aman, dan fungsional. Kedua program ini diakui membuat proses pembelajaran lebih efisien dan memberi peserta didik lebih banyak kesempatan untuk belajar.

Yusbida mengatakan bahwa sekolahnya tidak memiliki ruang kelas dan fasilitas pendukung yang memadai.

“Saya berharap, program Revitalisasi Satuan Pendidikan dapat terus berlanjut agar semakin banyak sekolah di daerah memperoleh lingkungan belajar yang layak,” tutur Yusbida.

Marhamah, di sisi lain, menyatakan bahwa laboratorium IPA dan rumah ibadah sekolah dalam kondisi yang rusak sehingga tidak dapat digunakan.

“Apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Mendikdasmen atas perhatian dan dukungan pemerintah (merehabilitasi sekolah) karena manfaatnya dirasakan nyata,” ucapnya penuh haru.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today