Pemkab Sleman Bakal Bantu Pemulihan Bangunan SMPN 2 Kalasan yang Rusak Akibat Cuaca Ekstrem

Sejumlah kerusakan yang menimpa bangunan SMPN 2 Kalasan akibat cuaca ekstrem pada hari Sabtu, bakal ditindaklanjuti Pemkab Sleman. (Source: Dok. BPBD Sleman)
0 0
Read Time:1 Minute, 42 Second

Sejumlah kerusakan yang telah menimpa bangunan serta fasilitas di Sekolah Menengah Pertama atau SMP Negeri 2 Kalasan akibat dampak dari cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang pada hari Sabtu, 31 Januari 2026, bakal ditindaklanjuti oleh pihak Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Sleman.

Dilaporkan bahwa berbagai kerusakan yang telah menimpa bangunan SMP tersebut mengakibatkan sejumlah siswa kelas VII dan VIII untuk sementara waktu menjalani kegiatan pembelajaran secara daring atau online.

Dilansir dari Tempo.co, Hadi Suparmo, selaku Kepala SMP Negeri 2 Kalasan, mengungkapkan bahwa pada hari Minggu, 1 Februari 2026 lalu, sejumlah instansi terkait seperti Pemerintah Kalurahan Selomartani, Dinas Pekerjaan Umum Sleman, serta BPBD Sleman telah melakukan pemeriksaan kondisi sekolah.

Kerusakan ini mengakibatkan sejumlah siswa kelas VII dan VIII untuk sementara waktu menjalani kegiatan pembelajaran secara online. (Source: Beritajogja.com/Jafarudin)

“Pagar tembok parkiran sepeda motor rusak parah dan menjadi fokus pengecekan. Pemerintah Daerah menyatakan siap membantu perbaikan,” kata Hadi, hari Senin, 2 Februari 2026, dikutip dari Tempo.co.

Dikabarkan bahwa pada hari berlangsungnya peristiwa cuaca ekstrem itu, pihak Dinas Pendidikan Sleman serta BPBD telah mendatangi SMPN 2 Kalasan.

Hadi menyatakan bahwa pihak Dinas Pendidikan siap untuk memberikan bantuan terhadap proses pemulihan sejumlah ruang kelas serta fasilitas pendukung yang terdampak.

“Hari ini kami memprioritaskan perbaikan atap. Kemarin hujan kembali turun, dan kami mengantisipasi agar kerusakan tidak meluas serta ruangan tidak semakin kemasukan air,” ujarnya, dalam laman Tempo.co.

Pada saat berlangsungnya proses pemulihan bangunan SMPN 2 Kalasan, pihak sekolah bakal memberlakukan kebijakan pembelajaran dari rumah untuk siswa kelas VII dan VIII.

Sedangkan, untuk siswa kelas IX bakal tetap masuk sekolah karena persiapan Pemantapan Tes Kemampuan Akademik yang telah dijadwalkan.

Mengutip Tempo.co, Hadi menjelaskan bahwa pemberlakuan kebijakan ini dilakukan agar keselamatan para murid dapat terjaga dan proses pendidikan juga tetap berjalan seperti biasa.

Hadi juga memberikan apresiasinya kepada seluruh orang tua serta wali murid yang telah ikut terlibat dalam aksi kerja bakti pascabencana yang berlangsung pada hari Minggu pagi.

“Solidaritas orang tua sangat membantu percepatan pemulihan lingkungan sekolah dan menjadi teladan bagi para murid,” ungkap Hadi, dinukil dari Tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today