Pada hari Minggu, 8 Februari 2026, media pemerintah Cina melaporkan bahwa telah terjadi insiden ledakan yang berlangsung di dalam sebuah pabrik bioteknologi di Cina utara, hingga mengakibatkan tewasnya sekitar delapan orang.
Sehari sebelumnya, Xinhua, yang merupakan kantor berita milik pemerintah, sempat memberikan laporan yang menyatakan bahwa dalam insiden ledakan di pabrik tersebut, ada tujuh orang tewas serta satu orang kondisinya masih hilang.

Mengutip Tempo.co, berdasarkan informasi yang dirilis dalam laman CNA, Xinhua kemudian melaporkan bahwa akibat insiden ledakan ini delapan orang dinyatakan tewas, serta pihak perwakilan hukum perusahaan telah dibekuk oleh pihak berwenang.
Dikabarkan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang bioteknologi itu lokasinya berada di Kabupaten Shanyin, tepatnya sekitar 400 kilometer sebelah barat dari Beijing.
Media pemerintah itu juga melaporkan bahwa operasi pembersihan tengah dilakukan di sekitar area, serta terdapat asap berwarna kuning gelap yang keluar dari dalam pabrik itu, menurut wartawan yang berada di lokasi kejadian.
Di dalam laporan yang sama, pihak otoritas setempat saat ini telah membentuk sebuah tim yang ditugaskan untuk melakukan proses penyelidikan agar dapat mengetahui penyebab dari insiden ledakan itu.
Dinukil dari Tempo.co, insiden kecelakaan industri di Cina diketahui kerap kali terjadi akibat pemberlakuan standar keselamatan yang masih longgar.
Dilaporkan bahwa pada akhir bulan Januari 2026 lalu, terdapat insiden ledakan yang melanda sebuah pabrik baja yang lokasinya berada di provinsi Mongolia Dalam hingga mengakibatkan sembilan orang tewas.





