Usai meminum sebuah racun serangga, salah seorang warga di Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan inisial EN (28) dilaporkan tewas, yang mana ia juga adalah ibu dari tiga orang anak.
AKBP Andrey Valentino, selaku Kapolres Ngada, mengungkapkan bahwa insiden tersebut berlangsung pada hari Rabu, 11 Februari 2026.

Pada saat itu, korban sempat dilarikan menuju ke puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Mengutip Kompas.com, Andrey menyampaikan bahwa korban dikabarkan mempunyai sifat kepribadian tempramental, yang mana beberapa tahun lalu ia sempat melakukan percobaan bunuh diri.
Tetapi, warga berhasil menyelamatkannya karena ketika itu ia menenggak obat pembasmi hama dengan dosis yang masih tergolong rendah.
“Korban memang tempramen dan sudah pernah melakukan percobaan bundir (bunuh diri) sebelumnya,” ujar Andrey, Senin, 16 Februari 2026, dilansir dari Kompas.com.
Sampai dengan saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait motif pasti dalam insiden bunuh diri ini.
Dinukil dari Kompas.com, walaupun demikian, dalam kasus ini Andrey tengah menyoroti terkait persoalan ekonomi yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Hal ini didasari dengan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik atau BPS mengenai angka kemiskinan di Kabupaten Ngada yang masih tergolong tinggi. “Banyak juga masalah ekonomi namun masih mampu bertahan untuk hidup,” katanya, dalam laman Kompas.com.
Andrey berharap agar kasus serupa yang disebabkan akibat persoalan ekonomi tidak terjadi lagi di Kabupaten Ngada.






