Pada hari Minggu pagi, 22 Februari 2026, telah terjadi sebuah insiden ledakan mercon di Padukuhan Srigading, Sanden, Bantul, hingga mengakibatkan dua orang remaja mengalami luka parah.
Dilaporkan bahwa dua orang remaja yang menjadi korban dalam insiden ledakan ini telah dilarikan menuju ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan medis.
Dilansir dari Tempo.co, para korban diketahui telah mengalami luka bakar yang masing-masing mencapai hingga 58 serta 82 persen.

Inspektur Satu Rita Hidayanto, selaku Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Bantul, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang telah dilakukan, insiden ini diawali ketika salah seorang remaja dengan inisial AAN (18) tengah berkumpul bersama empat orang kawannya di teras kediamannya.
Beberapa waktu kemudian, salah seorang kawan AAN yang berinisial FZA (19), tiba di rumahnya sambil membawa berbagai bahan untuk membuat mercon.
“Saat datang ke rumah AAN, FZA mengeluarkan bubuk mercon seberat empat ons dan plastik warna transparan,” ujar Rita, hari Minggu, dikutip dari Tempo.co.
Kemudian, FZA pun langsung mengajak AAN bersama dengan beberapa kawan lainnya untuk membuat mercon, tetapi hanya AAN yang menerima ajakan itu, sedangkan empat orang lainnya hanya duduk dan melihat saja.
“Bubuk mercon dimasukkan ke dalam plastik dan diisi dengan batu kecil atau kerikil, kemudian diikat dengan plester bening,” kata Rita, dalam laman Tempo.co.
Menurut keterangan yang diberikan oleh para saksi, kedua korban telah berhasil merakit satu mercon dan tengah merakit yang kedua.
“Namun saat mercon kedua belum sempat dikat, tiba-tiba terdengar bunyi ledakan keras,” ucap Rita, dikutip dari Tempo.co.
Dikabarkan bahwa peristiwa ledakan hebat itu mengakibatkan area di sekitar lokasi mengalami kerusakan parah, seperti hancurnya kawasan teras rumah, atap plafon jebol, kaca jendela pecah, serta lantai tempat ledakan retak dan hancur berantakan.
Mengutip Tempo.co, mendengar suara dari ledakan tersebut, warga setempat pun langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi kedua korban menuju ke rumah sakit dengan memakai sepeda motor.
Tri Wahyuni, selaku Direktur Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Saras Adyatma Bantul, menyatakan bahwa keadaan korban ketika tiba di rumah sakit sangat memprihatinkan.
“Untuk AAN mengalami luka bakar 82 persen, ada patah tulang pada salah satu jari kanan, dan pendengarannya menurun,” tutur Tri, dilansir dari Tempo.co.
Sedangkan untuk korban FZA, dikabarkan telah mengalami luka bakar yang mencapai hingga sebesar 58 persen.






