Kementerian PKP Bersama PT Astra International Bakal Dirikan 1.000 Rusun di Lahan Milik KAI

Kementerian PKP berencana mendirikan rusun di lahan milik PT KAI bersama PT Astra International. (Source: Ist via VOI.id)
0 0
Read Time:1 Minute, 33 Second

Maruarar Sirait, selaku Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, mengungkapkan bahwa pihaknya bakal mendirikan rumah susun yang lokasinya berada di lahan milik PT Kereta Api Indonesia atau KAI bersama dengan PT Astra International.

Diketahui bahwa pendirian rumah susun tersebut adalah salah satu bagian dari kebijakan prioritas milik Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya telah disampaikan, yakni program tiga juta rumah.

Rusun ini nantinya bakal didirikan di sebuah lahan di kawasan parkir Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat. (Source: Detik.com)

Mengutip Tempo.co, rumah susun ini nantinya bakal didirikan di sebuah lahan yang memiliki luas hingga mencapai 6.500 meter persegi di kawasan parkir Stasiun Jakarta Kota, Jalan Lada Dalam, Jakarta Barat.

“Mengenai lokasi, saya mengikuti kepada Pak Dony Oskaria sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN, dan Pak Direktur Utama Kereta Api,” kata Maruarar, Jakarta, hari Minggu, 5 April 2026, dilansir dari Tempo.co.

Selain itu, Maruarar menyampaikan bahwa saat ini pemerintah juga tengah mempersiapkan aturan rumah susun subsidi, yang mana kebijakan ini nantinya bakal diberlakukan untuk mengatur skema rumah subsidi dengan pembiayaan Corporate Social Responsibility atau CSR.

Boy Kelana Soebroto, selaku Chief of Corporate Affairs PT Astra International, menjelaskan bahwa pihak perusahaan rencananya bakal mendirikan 1.000 unit rumah susun di lahan tersebut.

Terkait waktu pendirian sejumlah rumah susun tersebut, Boy menyebut, prosesnya direncanakan bakal berlangsung pada tahun ini. “Segera (dibangun) setelah konfirmasi lahannya negara sudah tersedia,” ungkap Boy, dalam laman Tempo.co.

Bobby Rasyidin, selaku Direktur Utama KAI, mengatakan bahwa apabila proses pembangunan telah selesai, sejumlah rumah susun tersebut akan diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR serta masyarakat berpenghasilan tanggung atau MBT.

Dinukil dari Tempo.co, berdasarkan penilaian Bobby, lahan itu memiliki potensi untuk didirikan kawasan perumahan karena letaknya yang cukup jauh dari rel kereta api serta mempunyai nilai komersial.

“Kalau kami lihat nanti calon penghuninya dalam 10 sampai 15 tahun ke depan juga tumbuh pesat,” ucap Bobby, dikutip dari Tempo.co.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today