Pada hari Kamis, 16 April 2026 lalu, telah terjadi sebuah kecelakaan helikopter yang jatuh ketika tengah melintas di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Dalam insiden ini, helikopter PK-CFX yang dioperasikan oleh maskapai PT Matthew Air Nusantara itu jatuh hingga mengakibatkan tewasnya delapan orang, yang mana salah satu di antaranya merupakan seorang warga negara Malaysia.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban,” ucap Lukman F. Laisa, selaku Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, melalui keterangan tertulis, hari Sabtu, 18 April 2026, dikutip dari Tempo.co.
Lukman mengungkapkan bahwa helikopter itu diawaki oleh Captain Marindra Wibowo, selaku pilot; dan Harun Arasyid, yang merupakan seorang teknisi.
Saat itu, helikopter tersebut tengah mengangkut enam orang penumpang, yang mana di antaranya meliputi Patrick K, yang merupakan seorang warga negara asing atau WNA asal Malaysia; Victor T; Charles L; Joko C; Fauzie O; serta Sugito.
Awalnya, helikopter itu berencana akan terbang dari Helipad PT Cipta Mahkota menuju ke helipad PT Graha Agro Nusantara 1, yang mana lokasinya berada di wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Lukman menjelaskan bahwa kronologi insiden kecelakaan ini diawali dari terbangnya helikopter itu pada pukul 07.37 WIB.
Kemudian, pada sekitar pukul 08.39 WIB, helikopter itu terdeteksi telah mengirimkan sinyal darurat ketika posisinya tengah berada di wilayah hutan di Kalimantan Barat.
Mengutip Tempo.co, tidak lama setelah itu, tepatnya sekitar pukul 09.15 pesawat dilaporkan hilang kontak, dan pada pukul 10.43 WIB pihak AirNav Indonesia menerbitkan notifikasi darurat atau DETRESFA.
Mendapati informasi terkait insiden kecelakaan helikopter itu, tim pencarian dan pertolongan atau SAR gabungan langsung menuju ke lokasi dan berhasil mendapati titik jatuhnya helikopter.
“Berdasarkan informasi di lapangan, seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal,” kata Lukman, dalam laman Tempo.co.





