Milisi bersenjata yang terlibat dalam insiden baku tembak di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan, pada hari Rabu, 15 April 2026 lalu, sampai saat ini masih dalam proses pencarian oleh pihak Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz.
Dikabarkan bahwa pihak kepolisian telah melakukan proses investigasi terhadap kawasan camp PT Indo Papua yang mana diduga dijadikan sebagai tempat persinggahan para anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo.

Dilansir dari Tempo.co, Inspektur Jenderal Faizal Ramadhani, selaku Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz, mengungkapkan bahwa pada saat proses penyelidikan di wilayah tersebut berlangsung, pihaknya berhasil mendapati berbagai macam barang bukti.
Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian di antaranya terdiri dari 133 anak panah, 17 busur panah, 8 bilah parang, 3 buah kapak, 2 mata kapak, 1 kapak kayu, 6 pucuk senapan angin, 1 bilah pisau sangkur, serta 1 unit ponsel.
“Kami terus mengedepankan langkah terukur guna meminimalisasi potensi gangguan keamanan,” ucap Faizal dalam keterangan tertulis, hari Minggu malam, 19 April 2026, dikutip dari Tempo.co.
Dilaporkan bahwa insiden baku tembak ini berlangsung pada hari Rabu lalu ketika pihak kepolisian tengah melaksanakan kegiatan patroli rutin di sekitar wilayah tersebut.
Faizal menjelaskan bahwa dalam insiden ini, milisi bersenjata melepaskan sejumlah tembakan dari dua arah berbeda, yang mana ia juga mendengar adanya suara teriakan dari arah hutan.
Mengutip Tempo.co, Faizal menyebut, pihak kepolisian sempat mendapati pohon yang diduga sengaja dijatuhkan untuk menghalangi akses menuju ke wilayah Kampung Samboga.
Kemudian, pada saat proses penyelidikan dilanjutkan ke sejumlah area di sekitar lokasi kejadian, pihak kepolisian kembali mendapati berbagai barang bukti lainnya, meliputi satu pasang sepatu boot, 1 alat pengisi amunisi, 1 bilah sangkur, kaus berwarna hitam, 1 unit ponsel, tas noken, hingga charger handphone.






