Iran Alami Krisis Sejumlah Obat Akibat Dampak dari Serangan AS-Israel ke Berbagai Fasilitas Farmasi

Berbagai apotek di sejumlah wilayah Iran alami krisis obat-obatan. (Source: Ilustrasi/Thinsktock via Kompas.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 38 Second

Akibat insiden serangan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat (AS) serta Israel ke fasilitas farmasi di Iran, berbagai apotek di sejumlah wilayah dikabarkan tengah mengalami krisis obat-obatan.

Berdasarkan informasi yang dirilis oleh kantor berita RIA Novosti dalam laman Tempo.co, Pejman Naim, yang merupakan salah seorang apoteker di Teheran, mengungkapkan bahwa kelangkaan berbagai obat-obatan akibat konflik tersebut dampaknya saat ini semakin terasa.

Dikabarkan bahwa sejak dimulainya serangan pada tanggal 28 Februari 2026 lalu, setidaknya terdapat 25 fasilitas farmasi yang telah diserang oleh pihak militer AS dan Israel, menurut pernyataan otoritas Iran.

Krisis obat-obatan di sejumlah apotek ini akibat serangan AS-Israel ke berbagai fasilitas farmasi di Iran. (Source: Ilustrasi/Disway.id)

Puluhan fasilitas farmasi yang terdampak serangan itu beberapa di antaranya meliputi pabrik produksi obat kanker, penyakit kardiovaskular, anestesi, hingga multiple sclerosis; dan juga Institut Pasteur Teheran, selaku produsen vaksin utama di Iran.

“Beberapa obat, seperti untuk diabetes dan penyakit kardiovaskular, sangat langka di pasaran. Obat-obatan ini sebenarnya sudah terbatas selama perang, dan warga kesulitan mendapatkannya baik sebelum maupun selama konflik. Kini, kelangkaannya semakin parah,” ujar Naim, dikutip dari ANTARA dalam laman Tempo.co.

Naim menyampaikan bahwa saat ini pihak pemerintah Iran telah membuka layanan hotline yang dijadikan sebagai sarana untuk membantu warga dalam memperoleh informasi ketersediaan obat serta lokasi dari berbagai apotek yang masih memiliki persediaan.

Selain itu, Naim mengatakan bahwa para apoteker juga telah membangun sebuah jaringan yang dijadikan sebagai fasilitas untuk berbagi informasi agar dapat membantu pasien dalam memperoleh obat yang diperlukan.

“Perang berdampak sangat merusak, termasuk terhadap apotek. Penjualan obat anjlok, sementara harga melonjak sehingga warga kesulitan membeli obat penting,” kata Naim, dilansir dari Tempo.co.

Dinukil dari Tempo.co, Naim memiliki harapan agar penjualan obat-obatan di negaranya dapat kembali normal serta akses masyarakat untuk memperoleh persedian sejumlah obat kembali pulih.

Sebelumnya, pihak pemerintah Iran telah mengatakan secara berulang kali bahwa berbagai serangan yang dilakukan oleh AS-Israel ke sejumlah fasilitas farmasi di wilayahnya disebut sebagai kejahatan perang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today