Dilaporkan bahwa terdapat sejumlah jemaah haji Indonesia yang tiba-tiba jatuh sakit ketika tengah berada di wilayah Madinah, Arab Saudi, ungkap informasi yang dirilis oleh pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Maria Assegaff, selaku Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, menjerlaskan bahwa sampai dengan saat ini terdapat sebanyak 36.483 jemaah haji Indonesia yang tergabung ke dalam 93 kloter telah sampai di wilayah Madinah.
Mengutip Tempo.co, dari puluhan ribu jemaah haji Indonesia yang berada di Madinah, terdapat 1.373 jemaah yang dikabarkan tengah menjalani proses rawat jalan.

Dari ribuan jemaah haji Indonesia yang menjalani rawat jalan, Maria menyebut, 30 jemaah di antaranya telah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia, kemudian 54 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi.
Pihak Kemenhaj juga melaporkan adanya dua kasus kematian yang terjadi sejak berlangsungnya periode pemberangkatan jemaah haji Indonesia gelombang pertama pada tanggal 22 April 2026.
Dikabarkan bahwa dua korban yang telah meninggal dunia di wilayah Madinah di antaranya yakni Rodiyah (68), seorang jemaah haji asal Solo; serta Kamariyah Dul Tayib (85), seorang jemaah haji asal Pasuruan, Jawa Timur.
Dikarenakan hal tersebut, Maria kemudian meminta kepada seluruh jemaah haji Indonesia agar dapat selalu memperhatikan kondisi kesehatannya selama periode musim haji 2026.
“Kami mengajak seluruh jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan, cukup istirahat, menjaga pola makan, dan segera melapor kepada petugas jika mengalami keluhan kesehatan,” kata Maria, dilansir dari Tempo.co.
Dinukil dari Tempo.co, Maria mengungkapkan bahwa saat ini pihak pemerintah telah mempersiapkan berbagai fasilitas kesehatan dengan sistem berlapis, yang mana hal ini dilakukan sebagai upaya antisipasi.
Selain itu, Maria juga menyatakan bahwa kini telah terdapat sebanyak 40 klinik di wilayah Makkah serta 5 klinik di Madinah yang mendukung kesehatan jemaah haji Indonesia.
“Belum lagi kami juga menyiapkan Klinik Kesehatan Haji Indonesia atau KKHI di dua lokasi, yaitu di wilayah Mekkah dan juga di wilayah Madinah,” ujar Maria, dalam laman Tempo.co.






