Keberhasilan Angkatan Udara AS Dalam Pengujian Rudal Hipersonik Pertama Di Udara

Angkatan Udara Amerika Serikat berhasil dalam pengujian rudal hipersonik pertama di udara.(Photo: DVIDS/Giancarlo Casem)
0 0
Read Time:1 Minute, 42 Second

Dalam sebuah pernyataan yang diberikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat, menyatakan bahwa Angkatan Udara Amerika Serikat telah berhasil melakukan uji coba rudal hipersonik pertama yang diluncurkan di udara secara lengkap, yang sebelumnya telah mengalami serangkaian kemunduran karena kegagalan pada saat pengujian.

Dilansir dari edition.cnn.com, sebuah prototipe dari Air-launched Rapid Response Weapon atau biasa dikenal sebagai ARRW, diluncurkan dari pesawat B-52 pada hari Jumat di lepas pantai California. Berdasarkan laporan dari 96th Test Wing, Rudal AGM-183A telah mencapai kecepatan hipersonik lima kali lebih cepat dari kecepatan suara dan diledakkan di area terminal.

Air-launched Rapid Response Weapon atau ARRW merupakan sebuah rudal boost-glide yang dilengkapi dengan roket pendorong untuk mempercepat proyektil ke kecepatan hipersonik. Kendaraan luncur akan terpisah dari pendorong dan menggunakan inersia untuk mencapai targetnya dengan kecepatan hipersonik.

Rudal AGM-183A diluncurkan dari pesawat B-52 pada hari Jumat di lepas pantai California. (Photo: U.S Air Force)

Rudal ARRW telah mengalami beberapa kegagalan pada saat pengujian tahun lalu, dan membuat pihak Angkatan Udara Amerika Serikat untuk memberhentikan proyek tersebut sementara. Angakatan Udara menyebut kegagalan itu sebagai “anomali.” Pentagon telah memberikan penekanan yang tinggi terkait dengan pengujian dan pengembangan senjata hipersonik, dikarenakan China dan Rusia telah menunjukkan kemajuan dari program mereka.

Pihak Rusia sendiri telah mengerahkan rudal hipersonik Kinzhal di Ukraina, dan menandai pertama kalinya senjata dengan teknologi sperti itu digunakan dalam peperangan. Dan pada saat berlangsungnya uji coba tahun lalu, sebuah rudal hipersonik milik China dilaporkan terbang mengelilingi dunia sebelum akhirnya mengenai targetnya.

Senjata hipersonik meluncur dengan kecepatan lebih cepat dari Mach 5, atau sekitar 4.000 mil per jam, hal ini membuat senjata hipersonik sulit untuk dideteksi dan dihindari tepat waktu. Senjata hipersonik juga dapat bermanuver dan memvariasikan ketinggian yang memungkinkan untuk menghindari sistem pertahanan rudal saat ini.

Setelah beberapa kegagalan yang dialami Angkatan Udara Amerika Serikat dalam mengembangkan senjata hipersonik, Pentagon memutuskan untuk meningkatkan dan mempercepat kinerjanya dalam pengujian hipersonik dan upaya penelitian serta pengembangannya, meminta bantuan Universitas untuk membantu terkait dengan beberapa aspek yang lebih rumit dari rudal canggih.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today