Setidaknya 16 Orang Tewas dalam Insiden Kecelakaan Bus ALS di Wilayah Musi Rawas Utara

Pada hari Rabu, telah terjadi sebuah insiden kecelakaan antara bus ALS dengan truk tangki milik PT Seleraya. (Source: Istimewa via Ur-ban.id)
0 0
Read Time:1 Minute, 52 Second

Pada hari Rabu, 6 Mei 2026 lalu, telah terjadi sebuah insiden kecelakaan antara bus Antar Lintas Sumatera atau ALS dengan sebuah truk tangki milik PT Seleraya.

Dalam insiden yang berlangsung di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Muara Karang, Kabupaten Musi Rawas Utara itu, pihak kepolisian melaporkan ada sebanyak 16 orang yang menjadi korban tewas.

Mengutip Tempo.co, Komisaris Besar Nandang Mu’min Wijaya, selaku Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan, mengungkapkan bahwa insiden ini diawali pada saat Bus ALS yang tengah melintas dari arah Lubuk Linggau ke Jambi berusaha untuk menghindari sebuah lubang yang berada di jalan.

Dalam insiden ini, pihak kepolisian melaporkan ada 16 orang yang menjadi korban tewas. (Source: Detik.com)

Tetapi, setelah menghindari lubang tersebut, sopir langsung hilang kendali hingga mengakibatkan bus masuk ke jalur kanan dan menghantam sebuah truk tangki dari arah berlawanan.

“Hingga saat ini, total korban tercatat sebanyak 20 orang, terdiri atas 16 orang meninggal, tiga orang luka berat, dan satu orang luka ringan,” kata Nandang dalam keterangan tertulis, hari Kamis, 7 Mei 2026, dilansir dari Tempo.co.

Nandang menyampaikan bahwa saat ini pihak kepolisian telah berhasil melakukan identifikasi terhadap 10 korban yang tewas dalam insiden kecelakaan tersebut.

Dilaporkan bahwa sejumlah korban itu di antaranya yakni Aryanto (49), selaku sopir truk tangki PT Seleraya asal Lubuk Linggau; Martono (48), selaku penumpang truk tangki PT Seleraya asal Musi Rawas Utara; Alif (44), selaku sopir Bus ALS asal Jawa Tengah; Saf (50), selaku kernet Bus ALS asal Medan; serta Maleh (42), selaku kru Bus ALS asal Medan.

Kemudian, lima orang penumpang Bus ALS yang jadi korban tewas juga telah diidentifikasi oleh pihak kepolisian, di antaranya meliputi Relodo, Zulkifli, Aldi Sulistiawan, Rani, dan Bela.

Sedangkan untuk enam korban tewas lainnya masih dalam proses identifikasi yang dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification atau DVI Polri.

Dinukil dari Tempo.co, Nandang menyatakan bahwa selain korban tewas, ada juga sebanyak empat korban selamat dalam insiden kecelakaan ini.

Dari keempat korban selamat, tiga di antaranya tengah menjalani perawatan di RSUD Rupit akibat mengalami sejumlah luka bakar, yaitu Jumiatun (35) asal Pati, Ngadiono (44) asal Pati, dan Muhammad Fahrul Hubaidi (31) asal Tegal.

Sementara itu, satu korban lainnya yang bernama M. Fadli bin Ibrahim (30), selaku kernet Bus ALS asal Riau, telah mengalami luka ringan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today