Agenda Prabowo di Prancis: Salat Id di Paris dan Bahas Kesepakatan Strategis

Prabowo berangkat, dua hari menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, pada malam hari. (Sumber Foto : Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden)
0 0
Read Time:1 Minute, 34 Second

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunker ke Prancis. Pada Senin, 25 Juni, Prabowo berangkat, dua hari menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, pada malam hari.

“Pak Presiden kan semalam sudah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri ya, ke Prancis,” kata Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/5).

Prabowo disambut oleh Jean-Pierre Farandou, Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis, bersama regu jajar kehormatan saat tiba. (Sumber Foto : Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden)

Menurut rencana, Prabowo akan melakukan salat Idul Adha di kantor KBRI Paris.

“Presiden Prabowo dijadwalkan akan melaksanakan salat Idul Adha dan silaturahmi dengan WNI di Wisma KBRI Paris,” kata Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, dalam keterangannya, Selasa (26/5).

Perkuat Kolaborasi Strategis

Pada Selasa, 26 Mei, Prabowo tiba di Bandara Orly, Paris, sekitar pukul 09.50 waktu setempat.

Prabowo disambut oleh Jean-Pierre Farandou, Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis, bersama regu jajar kehormatan saat tiba.

Kunjungan Prabowo ke Prancis disambut dengan antusias oleh ratusan warga negara Indonesia yang telah menunggu di hotel tempat Prabowo menginap sejak pagi.

Teddy mengatakan kunjungan resmi negara ini akhirnya terjadi setelah lama ditunda.

“Ketibaan ini menandai dimulainya rangkaian state visit (kunjungan resmi kenegaraan) Presiden Prabowo di Prancis, yang undangannya telah diagendakan sejak tahun lalu dan sempat mengalami beberapa kali penjadwalan ulang,” kata Teddy.

Teddy mengatakan bahwa kunjungan ke Prancis adalah untuk meningkatkan kerja sama super strategis.

Dia menyatakan bahwa Indonesia dan Prancis saat ini bekerja sama secara strategis dalam berbagai bidang.

“Saat ini, Indonesia memiliki banyak kerja sama super strategis dengan Prancis, dan state visit ini diharapkan makin memperkuat posisi Indonesia di Eropa, khususnya Prancis,” jelas dia.

Teddy juga mengatakan bahwa hubungan bilateral Indonesia dan Prancis dianggap memiliki peran komplementer dalam hubungan internasional.

“Indonesia menjadi salah satu gerbang utama hubungan Eropa ke Asia, sementara Prancis merupakan gerbang penting bagi hubungan Asia, khususnya Asia Tenggara, menuju kawasan Eropa,” ucapnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today