Dilaporkan bahwa pada hari Sabtu, 30 Mei 2026, telah terjadi peristiwa letusan Gunung Marapi yang lokasinya berada di wilayah Sumatera Barat.
Dalam peristiwa letusan kali ini, Gunung Marapi dikabarkan telah memuntahkan kolom abu vulkanik yang ketinggiannya diperkirakan mencapai hingga sekitar 2.000 meter di atas puncak.

Dilansir dari Tempo.co, Ahmad Rifandi, selaku petugas Pos Pemantau Gunung Api atau PGA Marapi, mengungkapkan bahwa kolom abu vulkanik yang telah dimuntahkan oleh Gunung Marapi itu memiliki ketinggian sekitar 4.891 meter di atas permukaan laut.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur laut,” ujar Ahmad melalui laporan tertulis, hari Sabtu, 30 Mei 2026, dikutip dari Tempo.co.
Diketahui bahwa sampai dengan saat ini, status dari gunung api tersebut masih berada pada Level II atau Waspada, sehingga para masyarakat serta pengungjung diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam jarak 3 km dari pusat letusan.
Ahmad Rifandi juga sebelumnya telah memberikan peringatan kepada sejumlah warga di sekitar area lembah serta aliran sungai yang berhulu di puncak gunung api tersebut untuk selalu waspada terhadap potensi terjadinya banjir lahar dingin.
“Ancaman lahar dapat terjadi sewaktu-waktu pada musim hujan sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan,” kata Ahmad, dalam laman Tempo.co.
Mengutip Tempo.co, sejumlah warga yang terkena dampak dari hujan abu vulkanik juga telah diminta agar selalu mengenakan masker penutup hidung serta mulut.
Selain itu, para warga diimbau untuk selalu memakai pelindung mata serta kulit, mengamankan sumber air bersih, hingga membersihkan sisa-sisa abu vulkanik yang menumpuk di atap rumah agar terhindar dari potensi terjadinya keruntuhan bangunan.





