Badai Salju Ekstrim Di Amerika Serikat, Dilaporkan Sekitar 32 Orang Tewas

Badai ekstrim di Amerika Serikat, menewaskan sekitar 32 orang. (Photo: AP Photo/Neil Blake)
0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

Badai musim dingin parah yang tengah melanda seluruh Amerika Serikat, telah menewaskan sedikitnya 32 orang, dan diperkirakan dapat merenggut nyawa lebih banyak lagi setelah menjebak beberapa pengendara di dalam mobil mereka serta pemadaman listrik ke beberapa ratus ribu rumah dan bisnis.

Dilansir dari aljazeera.com, sebagian besar korban jiwa berpusat di dalam dan sekitar kota Buffalo di tepi Danau Erie di negara bagian New York Barat. Mark Poloncarz yang merupakan Eksekutif Wilayah Erie, menyatakan bahwa korban meninggal akibat badai musim dingin parah ini meningkat menjadi 12 orang pada hari Minggu.

Menurut Poloncraz, beberapa korban terbaru, ditemukan terjebak di dalam mobil dan beberapa di tepi salju, mengetahui hal tersebut, Poloncraz menambahkan bahwa jumlah korban tewas mungkin akan meningkat lebih lanjut.

Meskipun telah diberitahukan terkait dengan larangan untuk mengemudi sejak hari Jumat, ratusan pengendara dari Wilayah Erie terdampar di kendaraan mereka selama akhir pekan, dengan pasukan Garda Nasional yang telah dipanggil untuk membantu penyelamatan sulit dikarenakan kondisi ‘white-out’ dan salju tebal.

Badai ekstrim ini dilaporkan membentang dari Great Lakes dekat Kanada ke sungai Rio Grande di sepanjang perbatasan dengan Meksiko. (Photo: AP Photo/Jeffrey T. Barnes)

Poloncraz memberikan pernyataan melalui Twitter, “ini bukan Natal yang kita harapkan.” “Belasungkawa terdalam saya kepada keluarga yang kehilangan orang yang dicintai.” Badai yang belum pernah terjadi sebelumnya membentang dari Great Lakes dekat Kanada ke sungai Rio Grande di sepanjang perbatasan dengan Meksiko.

Layanan Cuaca Nasional melaporkan bahwa sekitar 60 persen populasi Amerika Serikat mendapatkan peringatan cuaca musim dingin, dan suhu turun drastis di bawah normal dari timur Pegunungan Rocky ke Appalachians.

John Burns, seorang pensiunan berusia 58 tahun di North Buffalo, berkata bahwa dirinya dan keluarga terjebak di rumah mereka selama 36 jam akibat badai cuaca dingin ekstrem yang disebutnya “kejam dan jahat”. “Tidak ada yang keluar. Bahkan tidak ada yang mengajak anjing mereka berjalan-jalan,” ujar Burns. “Tidak ada yang terjadi selama dua hari.”

Pada hari Minggu, Gubernur New York, Kathy Hochul, menyatakan kepada wartawan bahwa pemerintah telah setuju untuk mendukung permintaannya terkait deklarasi bencana federal. Menurut Hochul yang berasal dari Buffalo mengatakan “ini [seperti] pergi ke zona perang, dan kendaraan di sepanjang sisi jalan sangat mengejutkan.”

Penduduk di daerah tersebut masih menderita dengan “situasi yang sangat berbahaya yang mengancam jiwa,” tambah Hochul, memperingatkan agar seluruh masyarakat tetap berada di dalam rumah.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today