Pada hari Sabtu, seorang pejabat medis dari Komisi Kesehatan Nasional (NHC) mengungkapkan bahwa hampir 60.000 orang telah meninggal dikarenakan Covid di China, sejak negara tersebut meninggalkan kebijakan “zero-Covid” yang ketat pada awal Desember.
Dilansir dari edition.cnn.com, Kepala Departemen urusan medis NHC, Jiao Yahui, menyatakan bahwa China telah mencatat 59.938 kematian terkait Covid antara tanggal 8 Desember hingga 12 Januari.
Dari kematian tersebut, 5.503 diakibatkan oleh gagal pernapasan karena infeksi Covid, dan 54.435 orang diakibatkan oleh infeksi Covid serta penyakit yang mendasarinya, seperti kanker dan penyakit kardiovaskular.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Amerika Serikat telah memberikan tuduhan kepada China bahwa “kurang mewakili” tingkat keparahan wabahnya saat ini, sementara para pejabat tinggi kesehatan global juga telah menyudutkan Beijing untuk berbagi lebih banyak data dan informasi terkait penyebaran Covid yang eksplosif di China, di mana beberapa laporan telah muncul mengenai rumah sakit dan rumah duka yang kewalahan.

Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikabarkan telah berbicara dengan Menteri Kesehatan China Ma Xiaowei terkait lonjakan tersebut.
Menurut WHO dalam sebuah pernyataan, menyatakan bahwa para pejabat China memberikan informasinya termasuk angka terbaru yang berkaitan dengan klinik rawat jalan, rawat inap, pasien yang membutuhkan perawatan darurat, dan perawatan kritis, serta kematian di rumah sakit.
WHO mengatakan, “WHO sedang menganalisis informasi ini, yang mencakup awal Desember 2022 hingga 12 Januari 2023, dan memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang situasi epidemologis dan dampak gelombang ini di China.”
Pihak organisasi kesehatan tersebut juga telah meminta rincian data yang lebih lengkap berdasarkan provinsi dari waktu ke waktu dan meminta piha pemerintah China agar terus membagikan urutan lebih lanjut dari virus corona dengan database akses terbuka.
Jiao, selaku pejabat medis NHC, mengabarkan bahwa kunjungan klinis demam dan rawat inap COvid di China sudah mencapai puncaknya. Pada 12 Januari, 477.000 orang dilaporkan telah mengunjungi klinik demam di seluruh China, menurut Jiao.





