Instruktur Meninggal di dalam Pesawat, Co-Pilot Mengira ‘Hanya Berpura-pura’

Seorang instruktur pesawat terbang meninggal di dalam pesawatnya, namun co-pilotnya mengira bahwa dia sedang berpura-pura. (Photo: sputniknews.com)
0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

Dilaporkan seorang instruktur pesawat terbang meninggal dunia di dalam pesawatnya akibat mengalami serangan jantung, namun, co-pilotnya mengira pilot tersebut hanya sedang bercanda dan baru menyadarinya pada saat telah mendarat di landasan.

Dilansir dari edition.cnn.com, berdasarkan laporan yang baru saja dirilis terkait dengan kejadian tersebut, pilot mengira instruktur itu hanya sedang berpura-pura tidur disaat keduanya tengah terbang di atas sirkuit dekat Bandara Blackpool, Lancashire, Inggris, pada tanggal 29 Juni 2022.

Menurut laporan dari Air Accidents Investigation Branch (AAIB), mengungkapkan bahwa pilot yang telah memiliki kualifikasi itu meminta agar instruktur tersebut menemaninya untuk terbang menggunakan Piper PA-28 yang memiliki kapasitas empat orang dikarenakan alasan keselamatan ketika kondisi sedang berangin.

AAIB menyampaikan, sesaat sebelum lepas landas, pilot bersama instrukturnya berinteraksi secara normal ketika pilot tersebut mengendarai pesawatnya menuju landasan. “Kelihatannya bagus, tidak ada apa pun di belakang Anda,” ungkap kata-kata terakhir dari instruktur kepada pilot itu.

Laporan itu juga menyampaikan bahwa kepala instruktur berputar ke belakang beberapa saat setelah lepas landas, tetapi, dikarenakan kedua pilot tersebut sudah saling kenal, co-pilot mengira jika instruktur itu “hanya berpura-pura tidur siang” saat ia tengah menyelesaikan sirkuitnya.

Dengan menggunakan pesawat Piper PA-28, kedua pilot tersebut terbang di sirkuit dekat dengan Bandara Blackpool, Lancashire, Inggris. (Photo: sports.yahoo.com)

Pada saat pesawat berputar balik, instruktur itu bergeser yang menyebabkan kepalanya berada di bahu pilot, namun, pilot tetap mengira bahwa hal tersebut hanyalah sebuah lelucon yang dilakukan kepadanya.

Ketika telah melakukan pendaratan dengan selamat, instruktur yang tengah bersandar di bahu pilot itu tidak memberikan respons apapun, dan pilot segera memberitahukan keadaan tersebut kepada layanan darurat bandara.

Diketahui instruktur tersebut telah memiliki hampir 9.000 jam terbang, dan tengah dalam kondisi yang bersemangat disaat sebelum melakukan penerbangan terakhirnya.

Berdasarkan laporan AAIB, walaupun dalam insiden itu co-pilot instruktur telah memenuhi syarat dan mampu untuk mendaratkan pesawat tersebut dengan selamat, kemungkinan hasilnya dapat berbeda.

AAIB juga menyampaikan, “tidak ada tes atau penilaian yang dapat memberikan deteksi masalah jantung yang 100% dapat diandalkan” dan “keseimbangan harus dicapai antara meminimalkan risiko terhadap keselamatan penerbangan dan memberikan penilaian medis yang adil dan masuk akal terhadap individu.”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today