Presiden Taiwan Mengecam Latihan Militer China, Menyebutnya Sebagai Latihan Yang Tidak Bertanggung Jawab

Tsai Ing-wen, selaku Presiden Taiwan, mengecam China terkait latihan militer yang berlangsung selama tiga hari di sekitar wilayah Taiwan, dan menyatakan bahwa latihan militer itu tidak bertanggung jawab dan menjadi sebuah ancaman bagi stabilitas regional. (Photo: AFP via Asharq Al-awsat)
0 0
Read Time:1 Minute, 44 Second

Tsai Ing-wen, selaku Presiden Taiwan, mengecam China terkait latihan militer yang berlangsung selama tiga hari di sekitar wilayah Taiwan, dan menyatakan bahwa latihan militer itu tidak bertanggung jawab dan menjadi sebuah ancaman bagi stabilitas regional.

Dilansir dari Aljazeera.com, pada tanggal 10 April, China mengakhiri latihan militernya, yang dimana latihan tersebut mensimulasikan sebuah serangan di wilayah yang memiliki penduduk sebanyak 23 juta jiwa itu, walaupun Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan mengungkapkan bahwa delapan kapal China masih terus beroperasi “di perairan sekitar Taiwan” hingga Selasa pagi.

Dikabarkan bahwa latihan itu dimulai pada saat setelah Tsai kembali dari kunjungannya ke Amerika Tengah, yang dimana dalam kunjungannya itu, Tsai sempat berkunjung ke Amerika Serikat sebanyak dua kali dan menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Kevin McCarthy, yang merupakan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat.

Tsai menyampaikan bahwa kunjungannya ke negara-negara sahabat merupakan sebuah “praktik jangka panjang” dan diharapkan oleh para rakyat Taiwan.

Pada Senin malam, Tsai membuat tulisan di halaman Facebook miliknya yang berisikan, “China menggunakan hal ini untuk meluncurkan latihan militer, menyebabkan ketidakstabilan di Taiwan dan kawasan ini. Ini bukanlah sikap yang bertanggung jawab untuk sebuah negara besar di kawasan ini.”

Latihan yang baru saja selesai dilakukan itu, mensimulasikan serangan-serangan terhadap Taiwan dan berdasarkan laporan dari media pemerintah menyampaikan bahwa puluhan pesawat telah mempraktikkan “blokade udara”. (Photo: BangkokPost.com)

Diketahui bahwa China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk dapat mengambil alih pulau itu.

Latihan yang baru saja selesai dilakukan itu, mensimulasikan serangan-serangan terhadap Taiwan dan berdasarkan laporan dari media pemerintah menyampaikan bahwa puluhan pesawat telah mempraktikkan “blokade udara”.

Dalam sebuah pernyataan, Komando Timur Tentara Pembebasan Rakyat China, mengungkapkan bahwa latihan tersebut “secara komprehensif menguji kemampuan tempur gabungan terpadu dari berbagai cabang militer dalam kondisi tempur yang sebenarnya.”

Latihan ini dilaporkan tidak dalam skala yang sama seperti kegiatan militer yang terjadi setelah kunjungan Ketua DPR Nancy Pelosi ke Taiwan di bulan Agustus tahun lalu, namun tetap mendapat kecaman dari Jepang. Pulau-pulau paling selatan Jepang terletak di dekat Taiwan, dan menjadi tuan rumah bagi pangkalan udara utama milik Amerika Serikat di Okinawa.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today