KTT Liga Arab dan OKI, Wamenlu RI Sampaikan Pandangan Indonesia dengan Bahasa Arab

Hal ini terkait dengan keikutsertaannya untuk mewakili Indonesia dalam KTT Luar Biasa Liga Arab serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Riyadh, Arab Saudi, pada hari Senin waktu setempat. (Source: dok. Kemlu RI)
0 0
Read Time:2 Minute, 47 Second

Hal ini terkait dengan keikutsertaannya untuk mewakili Indonesia dalam KTT Luar Biasa Liga Arab serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Riyadh, Arab Saudi, pada hari Senin waktu setempat.

Di dalam forum tersebut, Anis Matta terlihat menggunakan Bahasa Arab dalam menyapa Mohammed Bin Salman (MBS), selaku Putra Mahkota Saudi.

Kemudian, Anis Matta juga kembali menggunakan Bahasa Arab untuk mengungkapkan pandangan Indonesia.

Anis Matta juga kembali menggunakan Bahasa Arab untuk mengungkapkan pandangan Indonesia. (Source: dok. X @anismatta)

“Atas nama Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan atas nama delegasi Indonesia, saya mengucapkan terima kasih kepada Pangeran Mohammed Bin Salman atas undangan untuk hadir dalam KTT yang penuh berkah ini,” ujarnya dalam sebuah video yang diunggah KBRI Riyadh dalam akun instagram resmi @Indonesianinriyadh, dikutip Selasa (12/11/2024), dalam laman cnbcindonesia.com.

Kemudian, Anis Matta melanjutkan dengan menyampaikan gambaran terkait penderitaan yang dialami oleh masyarakat Gaza, Palestina, akibat serangan Israel ke wilayah tersebut. Ia bahkan mengatakan bahwa apa yang tengah diderita warga Gaza sebagai genosida.

“KTT yang luar biasa ini, sebagaimana yang kami pahami, merupakan respons terhadap tantangan eksistensial melalui koordinasi upaya kolektif dua organisasi, Liga Arab dan OKI, untuk menyelamatkan Palestina dengan kekuatan dan sumber daya yang kita miliki,” tuturnya dikutip dari cnbcindonesia.com.

Anis Matta juga mengatakan dengan tegas bahwa kepemimpinan dari Benjamin Netanyahu, selaku Perdana Menteri Israel, serta pemerintahannya tidak dapat memahami bahasa perdamaian.

Menurut Anis Matta, Tel Aviv hanya mengetahui bahasa penindasan, kekejaman, serta kekuatan sehingga keputusan yang dibuat oleh Mahkamah Internasional untuk meminta agar serangan dihentikan pun tidak dihormati oleh negara tersebut.

“Oleh karena itu, kami berharap bahwa KTT ini menghasilkan poin-poin yang nyata yang mengandung semangat respons korektif terhadap hukuman kolektif,” ungkapnya dilansir dari cnbcindonesia.com.

Pertemuan Liga Arab dan OKI ini dihadiri oleh beberapa pemimpin Arab serta Muslim. Di antaranya adalah Recep Tayyip Erdogan, selaku Presiden Turki, Mahmoud Abbas, selaku Presiden Palestina, Shehbaz Sharif, selaku Perdana Menteri Pakistan, Mohammad Reza Aref, selaku Wakil Presiden Iran, dan Najib Mikati, selaku Perdana Menteri Lebanon.

Dalam sebuah pernyataan penutup, para pemimpin tersebut mengatakan dengan tegas bahwa mereka mengutuk keras tindakan tentara Israel dalam konteks kejahatan genosida, terutama di Jalur Gaza Utara yang terjadi selama beberapa minggu terakhir.

Bahkan, mereka mengatakan bahwa hal tersebut sebagai penyiksaan, eksekusi, penghilangan paksa, serta pembersihan etnis.

Pernyataan tersebut juga mengutuk upaya untuk memperkuat cengkraman Israel terhadap Yerusalem Timur yang diduduki Israel dengan menyebutnya sebagai ‘ibu kota abadi’ wilayah Palestina.

Para pemimpin itu menyerukan penyatuan Tepi Barat yang diduduki oleh Israel, Jalur Gaza, serta Yerusalem Timur di bawah negara Palestina.

“Kami menegaskan kembali kedaulatan penuh Negara Palestina atas (Yerusalem) Timur yang diduduki, ibu kota abadi Palestina, dan menolak keputusan atau tindakan Israel apa pun yang bertujuan untuk melakukan Yahudisasi dan mengkonsolidasikan pendudukan kolonialnya atas kota tersebut,” kata pernyataan penutup pertemuan puncak tersebut dalam laman cnbcindonesia.com.

Milisi Palestina Hamas, yang saat ini tengah berperang melawan Israel, menyikapi hal tersebut. Mereka mengatakan bahwa harus ada pemenuhan konkret terhadap janji-janji yang telah disampaikan tersebut dari negara Arab maupun Muslim.

“Pembentukan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya akan membutuhkan upaya yang lebih cepat dan solusi praktis untuk memaksa (Israel) menghentikan agresi dan genosida terhadap rakyat kami,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP, dilansir dari cnbcindonesia.com.

Sementara itu, Gideon Saar, yang merupakan Menteri Luar Negeri baru Israel, memberikan penolakan terhadap prospek tersebut. Gideon mengatakannya sebagai sesuatu yang ‘tidak realistis’.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today