30 Pabrik TPT Indonesia Tutup 11.200 Pekerja di PHK, Ini Nama Perusahaan

Pabrik tekstil di Indonesia ada 30 yang terpaksa untuk tutup dan mem-PHK ribuan buruh. (Sumber Foto : katadata.co.id)
0 0
Read Time:2 Minute, 27 Second

Pabrik tekstil di Indonesia ada 30 yang terpaksa untuk tutup dan mem-PHK ribuan pekerja.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan bahwa 2 tahun terakhir, dan pabrik juga sudah banyak yang ditutup.

Ia menyebut, ada 30 pabrik bergerak pada sektor TPT yang tutup.

“Terakhir kita punya BUMN PT Primissima yang baru tutup kemarin. Artinya, mereka sudah menutup 30 pabrik dan menghentikan produksi. Bahkan ada yang merelokasi beberapa pabriknya,” ujar Ledma kepada CNBC Indonesia, Minggu (17/11/2024).

“Masih banyak industri yang terdampak namun tidak melaporkan,” imbuhnya.

Lebih dari 11.207 orang pekerja kehilangan pekerjaannya akibat penutupan pabrik. Angka tersebut belum termasuk jumlah PHK secara keseluruhan karena ada beberapa perusahaan yang tidak diketahui jumlah PHKnya.

Berikut rincian data 30 perusahaan TPT yang tutup dan berhenti produksi sejak triwulan II tahun 2022, mengutip data APSyFI: Nama PT Primissima tidak tercatat : Industri TPT patut mendapat perhatian lebih karena merupakan tenaga kerja.

  1. PT LAWE ADYAPRIMA
  2. PT GRAND PINTALAN
  3. PT CENTEX – SPINNING MILLS
  4. PT DAMATEX
  5. PT ARGO PANTES -BEKASI
  6. PT ASIA CITRA PRATAMA
  7. PT KAHA APOLLO UTAMA
  8. PT MULIA CEMERLANG ABADI
  9. PT LUCKY TEKSTIL (PHK 100 ORG)
  10. PT GRAND BEST (PHK 300 ORG)
  11. PT DELTA MERLIN TEKSTIL I DUNIATEX GRUP (PHK 660 ORG)
  12. PT DELTA MERLIN TEKSTIL II DUNIATEX GRUP (PHK 924 ORG)
  13. PT PULAUMAS TEKSTIL (PHK 460)
  14. PT TUNTEX (TUTUP & PHK 1163 orang)
  15. AGUNGTEX GRUP (2000-an orang dirumahkan)
  16. PT KABANA (PHK 1200-an)
  17. PT PISMATEX (PAILIT & PHK 1700-an)
  18. PT SAI APAREL (relokasi sebagian)
  19. PT ADETEX (500-an dirumahkan)
  20. PT NIKOMAS (bertahap ribuan pekerja)
  21. PT CHINGLUH (2000-an pekerja)
  22. PT HS APAREL (ttutup)
  23. PT STARPIA (tutup)
  24. PT DJONI TEXINDO
  25. PT EFENDI TEXTINDO
  26. PT FOTEXCO BUSANA INTERNATIONAL
  27. PT WISKA SUMEDANG (tutup & PHK 700-an)
  28. PT ALENATEX (tutup & PHK 700-an)
  29. PT KUSUMA GROUP (3 perusahaan tutup & PHK 1500-an)

Bisnis Intensif Artinya, jika sebuah pabrik tutup, ribuan orang bisa kehilangan pekerjaan pada saat yang bersamaan.

Lebih dari 11.207 orang pekerja kehilangan pekerjaannya akibat penutupan pabrik. (Sumber Foto : gatra.com)

Industri tekstil secara triwulanan naik dari penurunan triwulan sebesar 2,63% menjadi pertumbuhan triwulan sebesar 5,37%.

Di sisi lain, industri TPT mengalami penurunan sebesar 0,03% dibandingkan tahun sebelumnya dan tumbuh sebesar 7,43% dibandingkan tahun sebelumnya.

Perlu diketahui, pertumbuhan industri TPT kali ini juga disebabkan oleh rendahnya pertumbuhan triwulanan.

Sekadar mengingatkan, data Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) mencatat jumlah PHK pada Januari hingga Oktober 2024 sebanyak 59.796 pekerja.

Selain itu ada sejumlah perusahaan tekstil yang tengah menunggu keputusan dari Pengadilan untuk Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) seperti PT Sri Rejeki Isman atau Sritex, PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT), dan PT Pan Brothers Tbk.

“Hingga Oktober 2024 terdapat 59.796 orang pekerja yang terkena PHK. Jumlah ini mengalami peningkatan sebanyak 25.000 orang pekerja dalam tiga bulan terakhir,” ucap Yassierl dalam Rapat Koordinasi (Rakor), di Jakarta, Kamis (31/10/2024) dalam keterangan resmi diterima CNBC Indonesia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today