Siapa Andra Soni, Ia putra kelahiran Payakumbuh tahun 1976 tadi malam meraih 52 persen lebih suara untukk calon Gubernur Banten. Karena kehidupan nya tidak mencukupi Ayahnya merantau ke Pakanbaru, jadi kuli bangunan.
Memboyong anak-anak hijrah dari Payakumbuh. Tak tahan hidup susah, rantau dipajauh ke Malaysia, berangkat melalui tekong tidak resmi. Ayahnya bekerja di kebun sawit hingga Andra tamat SD, tidak kuat hidup di kejar-kejar polisi diraja Malaysia, selaku tenaga kerja ‘haram’.
Andra minta izin ke ayah, meratau ke Jakarta. Menetap di Cileduk di rumah Raden, putra Gubernur DKI pertama dan bekerja. Ia mengumpulkan uang, setelah tamat SMA, didirikan perusahaan ekspedisi. Perusahaan tersebut maju- berkembang sampai sekarang.
Andra Soni mulai aktif di partai Gerindra. Saat pilgub, ia mendaftar. Hingga tengah malam tadi, tercatat Andra Soni mengantongi suara 52 persen lebih sebagai calon gubernur Banten. Unggul dibanding Airin selaku calon pertahana, sementara Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi memperoleh 42,48 persen.
Analisis politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menyoroti output ini menjadi pertanda runtuhnya politik dinasti di Banten.
“Banten mengejutkan. Politik dinasti tumbang (sepertinya),”ujar Adi lewat akun X miliknya, dilansir dari redaksi.

Pasangan Airin-Ade Sumardi didukung Sang Partai Golkar dan PDIP, sementara Andra Soni-Achmad Dimyati didukung Koalisi Inodnesia Maju (KIM) plus yang meliputi partai-partai misalnya, PKS, Gerindra, Demokrat, Nasdem. PAN, PKB, PPP, PSI & Garuda.
Hasil quick count ini memperlihatkan perubahan signifikan pada peta politik Banten, menggunakan berkurangnya penguasaan politik dinasti yang sebelumnya sangat kuat di daerah tersebut.
“Memang tak ada yang abadi di dunia ini. Semua ada masanya, termasuk kekuasaan yang digenggam erat-erat sekalipun,” tandas Adi Prayitno.
Tudingan bahwa Airin Rachmi Diany adalah bagian berdasarkan dinasti politik pada Banten dikaitkan menggunakan interaksi keluarganya.
Hal ini dikarenakan Airin Rachmi Diany adalah istri dari Tubagus Chaeri Wardana, atau Wawan, yg adalah saudara termuda kandung Ratu Atut.
Ratu Atut Chosiah merupakan mantan Gubernur Banten yang memimpin selama 2 periode (2007–2014) sebelum tersandung masalah korupsi.
Sementara itu, Wawan & Ratu Atut adalah anak putra berdasarkan oleh jawara Banten bernama Chasan Sochib.
Nama Chasan Sochib telah bersinar berdasarkan zaman Orde Baru. Sebab semenjak 1967, Chasan Sochib telah sebagai penyuplai kebutuhan logistik tentara Divisi Siliwangi.
Selain itu, Chasan Sochib jua ditetapkan menjadi pemimpin tidak formal yg bekerjasama menggunakan Golkar.









