Keluarga Gamma Berhasil Mengamankan CCTV Yang Merekam Penembakan Polisi :Tidak Ada Tawuran

Keluarga Gamma mereka memiliki rekaman kamera pengawas yang konon menunjukkan momen Gamma ditembak mati oleh anggota Satres Narkoba Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenuddin. (Sumber Foto : Tangkapan Layar)
0 0
Read Time:5 Minute, 4 Second

Keluarga mendiang Gamma Rizkynata Oktafandy mengungkapkan, mereka memiliki rekaman kamera pengawas yang konon menunjukkan momen Gamma ditembak mati oleh anggota Satres Narkoba Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenuddin.

Rekaman CCTV juga diperlihatkan kepada Ketua Komnas HAM yang saat ini sedang menyelidiki kejadian tersebut.

Seorang anggota keluarga Gamma, yang tidak mau disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa setelah Gamma ditembak dan dibunuh oleh Aipda Robig, keluarga tersebut mencoba menyelidiki fakta secara mandiri. Ini termasuk kunjungan di lokasi tembakan.

“Kerabat cari sendiri informasinya. Senin (25/11/2024), saya cari sendiri di area (perumahan) Paramount, tidak ada kejadian seperti tawuran. Terus di area Alfamart (Jalan Candi Penataran) yang lokasi itu juga tidak ada. Cuma memang kalau kendaraan dikejar memang ada,” katanya ketika diwawancara di Semarang, Ahad (1/12/2024).

Ia menambahkan, keluarga Gamma akhirnya mendapatkan rekaman kamera pengawas dari Alfamart di Jalan Candi Penataran, Kalipangkur, Kota Semarang.

Rekaman CCTV juga diperlihatkan kepada Ketua Komnas HAM yang saat ini sedang menyelidiki kejadian tersebut. (Sumber Foto : Instagram/@paskibrabelanegara)

Namun, dia tidak mengungkapkan bagaimana dia mendapatkan rekaman kamera pengawas tersebut.

“(Rekaman CCTV) ini kan yang diambil sama orang Polrestabes (Semarang), cuma saya masih dapat. Ya bukan saya lah (yang mendapatkan rekaman CCTV-nya), ada yang bisa mendapatkan,” ucapnya.

Kronologi

Dalam rekaman kamera pengawas 24 November 2024, terlihat seorang pria mengendarai sepeda motor PCX atau Nmax berhenti di seberang Alfamart. Tak lama kemudian, ia memarkir sepeda motornya di tengah jalan dan turun dari mobil.

Pria tersebut diduga adalah Aipda Robig Zenudin.

Pria tersebut turun dari sepeda motornya dan berjalan menuju tiga sepeda motor yang mengarah dari selatan ke utara.

Keluarga Gamma yang enggan disebutkan namanya mengatakan Gamma mengendarai salah satu sepeda motor.

Rekaman CCTV pengintai menunjukkan seorang pria menembak langsung ke tiga sepeda motor yang lewat di depannya.

Saat dia menembaki sepeda motor ketiga, pria tersebut terjatuh ke belakang.

Berdasarkan rekaman CCTV, kejadian tersebut terjadi pada pukul 00: 20 WIB.

Setelah ketiga motor tadi melintas, laki-laki itu balik ke sepeda motornya.
Ketika berusaha memutarbalikkan motornya, laki-laki itu terlihat sempoyongan, kemudian jatuh tersungkur beserta motornya.

Setelah bangkit, beliau lalu memacu motornya ke arah yang sama menggunakan ketiga motor yg melintasinya sebelumnya.

Anggota keluarga Gamma yang menerangkan rekaman CCTV tadi mengungkapkan, komisioner Komnas HAM telah menemui mereka buat menanyakan & memverifikasi insiden penembakan terhadap Gamma.

Pada kesempatan itu, famili Gamma menerangkan rekaman CCTV itu.
“Sudah ditunjukkan (ke komisioner Komnas HAM),” ucapnya.

Dia mengatakan, famili baru menerima keterangan bahwa Gamma sudah tewas dalam Ahad (24/11/2024) siang, lebih kurang pukul 12: 30 WIB.

Menurutnya, awalnya famili memperoleh berita bahwa Gamma mati dampak terlibat tawuran.

“Ternyata meninggalnya lantaran luka tembak,” ujarnya.

Ketika keluarga tiba ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr.Kariadi, Semarang, jenazah Gamma telah dibalut kain kafan.
Oleh karena itu, dalam momen itu famili belum mengetahui pada mana persisnya luka tembak dalam tubuh Gamma.

Jenazah Gamma lalu segera dibawa ke Sragen buat dimakamkan pada TPU Bangunrejo, Desa Saradan, Karangmalang.

Pada Jumat (29/11/2024) kemudian, Tim Disaster Victim Identification Polda Jateng melakukan pembongkaran makam Gamma.

Jenazah Gamma diautopsi buat memilih secara presisi penyebab kematian remaja berusia 17 tahun tadi.

Tanggapan Polisi

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengungkapkan bahwa rekaman CCTV Alfamart yang berlokasi di Jalan Candi Penataran sudah diamankan Polda Jawa Tengah (Jateng). Hal itu karena kasus penembakan tiga siswa SMKN 4 Kota Semarang oleh Aipda Robig Zaenudin ditangani Polda Jateng.

“CCTV Alfamart sudah ditangan penyidik (Polda Jateng) dan sudah diserahkan ke Labfor. Detail penanganan excessive action-nya ditangai Polda. Polrestabes menangani tawurannya,” ucap Irwan lewat pesan singkat, Ahad (1/12/2024).

Berdasarkan Informasi daei Polrestabes Semarang sebelumnya, Gamma dan dua temannya yakni Satria dan Adam terlibat tawuran antar geng remaja (biasa disebut kreak) pada dini hari tanggal 24 November 2024, saat melihat kejadian tersebut ia ditembak oleh Aipda Robig.

Robig dikatakan telah mencoba untuk mengakhiri pertarungan. Namun pelaku tawuran mencoba menyerang anggota Satres Narkoba Polrestabes Semarang.

Hal ini menyebabkan Robig melepaskan tembakan.

Kombes Irwan Anwar mengatakan, penembakan yang dilakukan Aipda Robig terjadi pada dini hari tanggal 24 November 2024, saat terungkap anggota kreak (geng remaja) Tanggul Pojok dan Seroja yang ikut kejar-kejaran dengan sepeda motor.

“Peristiwa tersebut kemudian diketahui dan ditangani oleh anggota Satuan Narkoba Polrestabes Semarang atas nama Robig Zaenudin. Perbuatan Robig Zaenudin saat ditemui perkelahian dengan komplotan Terkait (penembakan), penyelidikan telah dimulai dan dilakukan oleh Polda Jateng,” kata Irwan saat jumpa pers di Mapolrestabes Semarang, Rabu (27/11/2024) lalu.

Irwan Anwar mengatakan, berdasarkan temuan awal, Robig melepaskan dua tembakan. “Tembakan pertama mengenai pinggang Gamma yang tewas.
Tembakan kedua mengenai Satria dan Adam. Itu peluru,” katanya.

Tanpa tembakan peringatan

Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Pol Artanto mengatakan bahwa Aipda Robig Zaenuddin tidak melepaskan tembakan peringatan sebelum menembak dan menewaskan tiga siswa di SMKN 4 Kota Semarang.

Artanto pun mengakui, penembakan terhadap Robig sebenarnya tidak diperlukan.

Artanto mengatakan, penembakan yang dilakukan Robig sudah dikategorikan sebagai tindakan eksesif. “Jadi excessive action atau tindakan berlebihan maksudnya dia tidak perlu sebenarnya mengeluarkan tembakan terhadap orang yang sedang tawuran kreak (gangster remaja) tersebut,” ungkap Artanto saat diwawancara di Mapolda Jateng, Kamis (28/11/2024).

Menurut Artanto, hal tadi sebagai penekanan penyelidikan Bidpropam Polda Jateng terhadap Robig.

Ketika ditanya soal seberapa terancam Robig sebagai akibatnya beliau wajib melakukan penembakan, Artanto belum sanggup menjawab.

“Itu nanti dari hasil penyelidikan akan menentukan,” ujarnya.

Namun dia tak menampik bahwa Robig memang tidak melepaskan tembakan peringatan. “Tidak ada. Tembakan itu mengarah ke korban dengan pelaku tawuran,” ujar Artanto ketika ditanya apakah ada tembakan peringatan sebelum Robig menembak tiga siswa SMKN 4 Kota Semarang.

Sebelumnya, Artanto mengatakan Robig ditangkap Polda Jateng.
“Pelaksana tugas anggota R telah diperiksa Polda Jateng. Saat ini pelaku yang terlibat ditahan atau ditempatkan di fasilitas akomodasi khusus selama 20 hari sebagai bagian penyidikan,” ujarnya dalam keterangan pers di Mapolrestabes Semarang Rabu (27/11/2024).

Dia menambahkan bahwa penyelidikan terhadap Robig diawasi secara ketat. “Tentunya proses ini kami pantau secara internal melalui Itwasum, Komnas HAM, Kompolnas dan Divpropam.

Divpropam turun tangan memantau dan membantu proses penyidikan anggota yang melakukan pelanggaran ini, ujarnya.

“Tentunya aktivitas dan tindakan berlebihan pihak-pihak yang terlibat memerlukan proses hukum.

Kami akan memediasi proses ini dengan sangat transparan,” tambah Artanto.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today