OCCRP, Organisasi yang Masukkan Jokowi dalam Daftar Finalis Tokoh Kejahatan Terorganisasi dan Korupsi 2024, Berikut Profilnya

Presiden RI ke-7, Jokowi, diumumkan telah masuk ke dalam nominasi finalis tokoh Kejahatan Terorganisasi dan Korupsi 2024 oleh OCCRP. (Source: Okezone)
0 0
Read Time:2 Minute, 36 Second

Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), diumumkan telah masuk ke dalam nominasi finalis tokoh Kejahatan Terorganisasi dan Korupsi 2024 oleh Organized Crime and Corruption Reporting Project atau OCCRP. Jokowi diketahui menjadi salah satu dari lima finalis yang paling banyak dipilih pada tahun ini.

Dikabarkan bahwa dalam kategori tersebut, Jokowi disandingkan bersama dengan empat tokoh lainnya, yakni Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, Mantan Perdana Menteri Bangladesh Hasina, serta seorang Pengusaha India Gautam Adani.

“Kami meminta nominasi dari para pembaca, jurnalis, juri Person of the Year, dan pihak lain dalam jaringan global OCCRP,” demikian tulis keterangan OCCRP di laman resmi, pada Selasa, 31 Desember 2024, dikutip dari tempo.co.

Dalam kategori tersebut, Jokowi disandingkan bersama dengan empat tokoh lainnya. (Source: Merdeka.com)

Dilansir dari tempo.co, Drew Sullivan, selaku Penerbit OCCRP, mengungkapkan bahwa korupsi adalah bagian mendasar dari sebuah upaya untuk memperebutkan kekuasaan negara serta menjadikan pemerintahan otokratis yang berkuasa.

“Pemerintah yang korup ini melanggar HAM, memanipulasi pemilu, menjarah sumber daya alam, dan pada akhirnya menciptakan konflik akibat ketidakstabilan yang melekat pada diri mereka. Satu-satunya masa depan mereka adalah keruntuhan yang kejam atau revolusi berdarah,” kata Sulllivan, dilansir dari tempo.co.

Berdasarkan informasi yang didapat dari laman occrp.org, OCCRP merupakan salah satu organisasi jurnalisme investigasi terbesar di dunia yang berpusat di Amsterdam serta memiliki staf di enam benua.

OCCRP mengklaim sebagai ruang berita nirlaba berbasis misi yang bekerja sama dengan outlet media lain dalam menerbitkan cerita yang mengarah ke aksi dunia nyata.

Pada saat yang sama, bagian pengembangan media OCCRP membantu outlet investigasi di seluruh dunia untuk berhasil dan dapat melayani publik.

Didirikan pada tahun 2007 oleh reporter investigasi veteran, Drew Sullivan dan Paul Radu. Pada awalnya, OCCRP dimulai di Eropa Timur bersama dengan beberapa mitra, kemudian berkembang menjadi kekuatan utama dalam jurnalisme investigasi kolaboratif yang menjunjung tinggi standar tertinggi dalam hal pelaporan kepentingan publik.

Sejak didirikan dan bergerak dalam bidang jurnalisme ini, OCCRP diketahui memiliki visi serta misi yang dipegang teguh.

OCCRP memiliki visi bahwa dunia yang lebih terinformasi berarti kehidupan, mata pencaharian, dan demokrasi tidak terancam oleh kejahatan serta korupsi.

Agar dapat mencapai visi tersebut, OCCRP menjalankan misi untuk menyebarkan serta memperkuat jurnalisme investigasi di seluruh dunia dan mengekspos kejahatan maupun korupsi sehingga publik dapat memegang kekuasaan untuk bertanggung jawab.

Tidak hanya visi misi, OCCRP diketahui juga memiliki empat pilar utama pada saat melakukan pekerjaannya.

Pilar pertama adalah investigasi. OCCRP melaporkan topik yang hanya dibahas secara mendalam oleh beberapa organisasi berita lain, termasuk bagaimana kejahatan serta korupsi dapat memicu krisis zaman: perang, perubahan iklim, ketidaksetaraan, dan ancaman demokrasi.

Pilar kedua adalah infrastruktur. OCCRP membantu untuk membangun serta mempertahankan organisasi berita dengan menyediakan layanan penting bagi jurnalis global sehingga lembaga investigasi dapat berkembang pesat.

Pilar ketiga adalah inovasi. OCCRP mengembangkan teknologi serta solusi baru dalam bidang jurnalisme sehingga pelaporan investigasi menjadi lebih baik dalam melayani publik.

Pilar keempat adalah dampak. OCCRP mempercepat perang melawan kejahatan serta korupsi global melalui kemitraan yang inovatif agar dapat memajukan dampak lebih luas.

OCCRP memiliki beberapa kemitraan serta program untuk mencapai dampak yang lebih luas ini, yakni melalui Global Anti-Corruption Consortium (GACC) dan Floodlight: Fiksi untuk Kepentingan Publik.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today