Israel Terus Serang Gaza Saat Perundingan Damai Berlangsung: 30 Tewas

Badan Pertahanan sipil Gaza mengumumkan bahwa ada 30 orang tewas dalam serangan udara Israel pada hari Jumat (3/1/2025). (Sumber Foto : Dawoud Abu Alkas/REUTERS)
0 0
Read Time:1 Minute, 33 Second

Badan Pertahanan sipil Gaza mengumumkan bahwa ada 30 orang tewas dalam serangan udara Israel pada hari Jumat (3/1/2025). Faktanya, Israel dan Hamas saat ini sedang merundingkan gencatan senjata di Qatar.

Serangan Israel ini dipicu oleh tiga serangan roket yang diyakini berasal dari Gaza. Israel mengebom Gaza sebagai balasannya.

“7 orang tewas akibat serangan Israel di Shujaiya, kota Gaza,” kata Juru Bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmud Bassal, dikutip dari AFP, Sabtu (4/1/2025).

Militer Israel mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari operasi penyerangan terhadap “teroris”. Mereka juga menambahkan bahwa sebagaian dari 40 sasaran yang diserang berada di dalam zona sekolah.

“Serangan militer Israel ini menghalangi suplai air minum dan makanan untuk pasien, tenaga kesehatan, dan mereka yang terluka di Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia,” kata Bassal.

Kondisi Kritis Rumah Sakit Indonesia

Sementara itu, Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahiya telah mengibarkan bendera merah sejak Jumat (3/1/2025). Militer Israel sendiri menyatakan tidak menyerang rumah sakit tersebut.

“Tidak perlu mengevakuasi rumah sakit. Kami berkoordinasi dengan rumah sakit terkait bantuan kemanusiaan,” kata militer Israel kepada AFP.

Bantuan PBB sendiri menyambangi rumah sakit di Indonesia. Untuk itu katanya, Rumah sakit sekarang menjadi puing-puing.

Israel dan Hamas saat ini sedang merundingkan gencatan senjata di Qatar. (Sumber Foto : AFP/OMAR Al-Qatta)

“Di sekitar saya, hanya tinggal kehancuran dan puing-puing,” kata Jonathan Withall, perwakilan resmi PBB yang mengunjungi RS Indonesia.

Serangan Terus Terjadi Kendati Tengah Proses Gencatan Senjata

Konflik di Gaza terus dimediasi oleh perwakilan Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat. Prosesnya berjalan bolak-balik dan tidak selalu ada kesepakatan.

Salah satu tantangannya adalah keengganan Israel untuk menyetujui gencatan senjata permanen.

Kamis lalu, kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa mereka telah memberikan izin kepada perunding Israel untuk melanjutkan pembicaraan di Doha, Qatar.

Namun, terjadi serangan roket oleh milisi Hamas, dan Israel berulang kali melakukan serangan balik.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today