Masyarakat Diimbau Agar Dapat Melakukan Perilaku Kesehatan Pernapasan untuk Cegah Penularan HMPV

HMPV dikabarkan telah memasuki wilayah Indonesia dan masyarakat diimbau agar dapat mengimplementasikan perilaku kesehatan pernapasan. (Source: Prokalteng.co)
0 0
Read Time:2 Minute, 3 Second

Human Metapneumovirus atau HMPV, dikabarkan telah memasuki wilayah Indonesia, dan masyarakat diimbau agar dapat mengimplementasikan perilaku kesehatan pernapasan, meliputi cuci tangan secara teratur serta melakukan etika ketika batuk untuk mencegah penularan.

“Kita menghadapi HMPV sama dengan menghadapi peningkatan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut),” kata Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi dari Universitas Indonesia, Profesor Tjandra Yoga Aditama, Rabu, 8 Januari 2025, dikutip dari tempo.co.

Dikabarkan bahwa HMPV merupakan sebuah virus yang mampu mengakibatkan infeksi pada saluran pernapasan. Gejala HMPV diketahui mirip seperti flu biasa, yakni batuk, pilek, demam serta sesak napas.

HMPV merupakan sebuah virus yang mampu mengakibatkan infeksi pada saluran pernapasan. (Source: Times of India)

Dilansir dari tempo.co, dalam beberapa kasus berat, virus HMPV dapat mengakibatkan komplikasi seperti bronkitis ataupun pneumonia.

“Artinya, perilaku kesehatan pernapasan harus diterapkan seperti cuci tangan, etika batuk,” ujar Direktur Penyakit Menular WHO Kantor Regional Asia Tenggara 2018-2020 itu, dilansir dari tempo.co.

Sama seperti virus flu lain, HMPV dapat ditularkan melalui percikan air liur atau droplet dari orang yang sudah terkena infeksi virus tersebut.

Oleh sebab itu, agar dapat mengurangi risiko tertularnya virus ini, masyarakat bisa mengimplementasikan berbagai langkah-langkah preventif.

Selain mencuci tangan secara teratur, masyarakat juga dapat menjaga pola hidup sehat serta menggunakan masker ketika tengah berada di tempat umum.

“Mereka yang sakit jangan menulari orang lain. Misalnya, menggunakan masker dan menghindari kerumunan,” saran Tjandra, dalam laman tempo.co.

Tjandra menekankan bahwa infeksi HMPV berbeda dengan COVID-19 walaupun mempunyai gejala yang sama seperti batuk, demam, sesak napas, serta nyeri dada.

“Perlu diketahui semua infeksi paru dan saluran napas memang gejalanya seperti itu. Tidak tepat kalau kita terlalu cepat mengorelasikan kenaikan kasus HMPV ini dengan COVID-19 walaupun tentu perlu tetap waspada,” ujarnya, dikutip dari tempo.co.

Terkait dengan laporan yang menyatakan bahwa HMPV telah ditemukan di Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, selaku Menteri Kesehatan, mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik.

Dia mengungkapkan bahwa HMPV merupakan sebuah virus lama yang memiliki sifat seperti flu. Sistem imun yang dimiliki manusia sudah lama mengenal virus HMPV sehingga mampu meresponsnya dengan baik.

HMPV dilaporkan juga bukanlah sebuah virus yang mematikan. Walaupun secara umum tidak berbahaya, namun kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, serta pemilik kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada.

Oleh sebab itu, Menkes memberikan imbauan kepada masyarakat agar dapat menjaga pola hidup sehat seperti cukup istirahat, rutin mencuci tangan, memakai masker ketika merasa tidak enak badan, dan juga segera melakukan konsultasi dengan tenaga medis apabila muncul gejala yang mencurigakan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today