Beberapa jam setelah pelantikannya, Presiden Donald Trump resmi menandatangani executive order, atau keppres, yang menarik Amerika Serikat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Berbicara di Gedung Putih, ia menyatakan bahwa WHO bias terhadap China dan mengatakan bahwa Amerika Serikat telah membayar lebih banyak daripada yang seharusnya.
Langkah ini dapat memecah organisasi WHO dan berdampak pada upaya kesehatan di seluruh dunia, terutama di tengah kekhawatiran global terhadap wabah flu burung H5N1.
Bukan kali pertama Trump menarik AS dari WHO.
Trump sebelumnya telah mengambil tindakan serupa. Pada tahun 2020, ia mengumumkan penarikan diri dengan alasan bahwa Tiongkok terlalu tunduk pada WHO dalam menangani pandemi COVID-19.
Namun, ketika Joe Biden menjabat sebagai presiden, dia menolak kebijakan itu.
Saat Trump kembali ke Gedung Putih, dia melanjutkan rencananya.
Trump memerintahkan lembaga pemerintah AS untuk:
- Menghentikan sementara pembiayaan dan dukungan ke WHO.
- Mencari mitra internasional yang lebih “kredibel dan transparan” untuk menggantikan WHO dalam proyek kesehatan global.
- Meninjau dan membatalkan Strategi Keamanan Kesehatan Global AS 2024, yang dibuat oleh pemerintahan Biden untuk memerangi penyebaran penyakit menular.

Pengaruh pada Kesehatan Global
Dengan kontribusi tahunan seratus juta dolar, Amerika Serikat adalah donor terbesar kepada WHO.
WHO mungkin perlu melakukan perubahan besar jika tidak ada dana dari Washington.
Selain itu, saat negara-negara anggota WHO melakukan perjanjian pertama internasional tentang kesiapsiagaan dan respons pandemi, keputusan ini dibuat.
Dengan keluarnya Amerika Serikat, negosiasi harus dilanjutkan tanpa partisipasi salah satu kekuatan terbesar di dunia.
Untuk saat ini, flu burung H5N1 yang menyerang saluran pernafasan masih menjadi masalah besar.
Puluhan orang di Amerika Serikat telah terinfeksi virus ini dan menyebabkan satu kematian.
Dengan AS meninggalkan WHO, koordinasi global dalam menangani ancaman pandemi dapat menjadi lebih sulit.






