Pada hari Kamis, 6 Februari 2025, pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP Utama Tanjung Priok telah melakukan evakuasi terhadap 18 anak buah kapal (ABK) MT. SP5 BSI yang tengah hanyut hingga menuju ke Breakwater Buoy Timur akibat dari cuaca ekstrem.
Dilaporkan bahwa evakuasi yang telah dilakukan tersebut melibatkan sejumlah instansi maritim serta dilaksanakan pada saat cuaca tengah dalam kondisi angin kencang serta gelombang tinggi.

Dilansir dari tempo.co, Agus Harijanto, selaku Koordinasi Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan KSOP Tanjung Priok, mengungkapkan bahwa operasi penyelamatan tersebut adalah hasil dari sinergi yang telah dilakukan antara KSOP bersama dengan PT Pelindo/Kepanduan, Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Priok, Polairud, Badan SAR Nasional (BASARNAS), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan juga Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Jakarta.
“Kami bergerak cepat dengan mengerahkan dua kapal KSOP, KN. 356 dan RIB.01, serta didukung oleh armada dari BASARNAS, PLP, dan PT Pelindo untuk memastikan seluruh ABK selamat,” ujar Agus dalam keterangan resmi pada Jumat 7 Februari 2025, dikutip dari tempo.co.
Dikabarkan bahwa seluruh ABK yang hanyut, termasuk di antaranya adalah nakhoda, berhasil dilakukan evakuasi dalam kondisi selamat serta langsung dilaksanakan pemeriksaan kesehatan oleh pihak BBKK Jakarta.
Berdasarkan hasil dari pemeriksaan yang telah dilakukan, seluruh ABK tersebut diketahui dalam keadaan sehat.
Kemudian, para ABK diserahkan kepada pemilik kapal dengan kewajiban untuk menyediakan tempat istirahat yang layak dan juga memberikan kompensasi atas biaya operasional mereka pada saat selama berada di tempat penampungan sementara.
Pihak KSOP Tanjung Priok mengklaim bahwa keberhasilan atas evakuasi tersebut memperlihatkan kesiapsiagaan serta koordinasi yang solid dalam melakukan penanganan terhadap keadaan darurat yang terjadi di kawasan perairan Pelabuhan Tanjung Priok.






