Eddy Soeparno, Wakil Ketua MPR RI, mengingatkan pentingnya kesiapan dan mitigasi manajemen krisis yang efektif sebelum terjadi bencana besar.
Eddy menyampaikan ini sebagai tanggapan atas bencana yang menyebabkan 117 RT di Jakarta dan 8 kecamatan di Bekasi terendam pada kedalaman air yang berbeda.
“Kita tidak bisa terus-menerus hanya merespons saat bencana sudah terjadi. Perlu ada langkah mitigasi dan kesiapan manajemen krisis yang lebih baik agar dampaknya bisa diminimalkan,” ujar Eddy, Selasa (4/3/2025), dikutip dari siaran pers
Politikus Partai Amanat Nasional ini menyatakan bahwa bencana banjir ini adalah bukti nyata dari ancaman krisis iklim yang semakin meningkat.
Dia berpendapat bahwa untuk memitigasi dampak perubahan iklim, strategi yang lebih sistematis harus diterapkan untuk mengatasi banjir yang terus-menerus.
“Ini bukan pertama kalinya kita menghadapi banjir besar. Pola ini terus berulang setiap tahun, dan kalau tidak ada kebijakan yang lebih serius, maka ke depannya situasi bisa semakin buruk,” ujar Eddy.

Eddy juga mengingatkan bahwa kepala daerah yang dipilih dalam pemilihan 2024 harus memiliki kebijakan konkret untuk mengatasi banjir dan krisis iklim lainnya.
“Kepala daerah harus segera menyusun langkah strategis, mulai dari perbaikan tata kelola air, sistem drainase yang lebih baik, hingga kesiapan tanggap darurat yang lebih cepat dan efektif. Jangan hanya bertindak ketika bencana sudah terjadi,” kata dia.
Eddy juga mengingatkan bahwa perubahan iklim sudah menjadi kenyataan yang harus dihadapi segera, bukan lagi ancaman masa depan.
“Krisis iklim ini nyata dan dampaknya semakin besar. Kita tidak bisa menunda lagi. Jika kebijakan yang tepat tidak segera diterapkan, masyarakat akan terus menjadi korban,” ujar Eddy.





