Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat Jake Sullivan memberikan konfirmasi bahwa komunikasi Washington dengan Moskow tetap terbuka. Hal tersebut terjadi ketika Gedung Putih menolak untuk menyangkal laporan jika Sullivan memimpin pembicaraan dengan Rusia untuk mencegah ekskalasi nuklir di Ukraina.
Dilansir dari laman bbc.com, The Wall Street Journal telah memberikan laporan bahwa Sullivan telah mengadakan diskusi rahasia selama beberapa bulan terakhir dengan mitranya, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Nikolai Patrushev, dan Pembantu Senior Kebijakan Luar Negeri Kremlin Yuri Ushakov. Para Pejabat Senior mengatakan bahwa kedua pria itu membahas cara-cara untuk bertahan terhadap risiko ekskalasi nuklir dalam perang di Ukraina, tetapi tidak ada keterlibatan apapun dalam bernegosiasi seputar cara-cara untuk mengakhiri konflik.

Sullivan mengatakan jika setiap penggunaan senjata nuklir akan ada “konsekuensi bencana bagi Rusia”. Dia berkata kepada NBC Amerika Serikat bahwa pejabat senior “menjabarkan” potensi tanggapan Amerika Serikat dalam diskusi pribadi dengan pejabat Rusia.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat Adrienne Watson menolak untuk memberikan konfirmasi terkait cerita tersebut dan berkata kepada surat kabar bahwa “orang-orang mengklaim banyak hal”, sedangkan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menuduh jika surat kabar barat “menerbitkan banyak tipuan”.
Tetapi Skretaris Pers Gedung Putih Karin Jean-Pierre, pada hari senin menyatakan bahwa Amerika Serikat berhak mengadakan pembicaraan dengan Rusia. Sullivan yang merupakan salah satu penasihat paling senior untuk Presiden Joe Biden dan masih mendorong untuk berdiskusi dengan Rusia, berkata jika mempertahankan Moskow untuk “kepentingan setiap negara yang terkena dampak konflik ini”.
Minggu lalu, Washington Post memberikan laporan terkait dengan para pejabat senior Amerika Serikat yang mendesak Kyiv untuk memberikan sinyal keterbukaan dalam mengadakan negosiasi dengan Rusia dan membatalkan penolakan publik mereka untuk membahas diakhirinya perang sementara Presiden Vladimir Putin tetap berkuasa.
Sullivan kembali berkata di sebuah acara publik, jika dalam pemerintahan Biden memiliki “kewajiban untuk mengupayakan pertanggungjawaban” dan berjanji akan bekerja sama dengan mitra internasional untuk “meminta pertanggungjawaban para pelaku kejahatan perang yang mengerikan di Ukraina atas apa yang telah mereka lakukan”.






