Presiden Biden mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa dia “optimis” tentang pemilihan paruh waktu hari Selasa, tetapi mengakui itu akan menjadi perlombaan yang “sulit” bagi Demokrat dalam hal mempertahankan kendali DPR.
“Saya merasa, merasa optimis. Tapi saya selalu optimis,” kata Biden saat tiba di Gedung Putih. Dia berkampanye untuk Senator Chris Van Hollen dan kandidat gubernur Maryland Wes Moore di Bowie State University pada hari itu.
Biden berikan tanggapan yang kurang antusias ketika seorang wartawan bertanya apakah Demokrat dapat mempertahankan mayoritas DPR mereka, “Saya pikir ini akan sulit, tapi saya pikir kita bisa,” jawab Biden.
Saya pikir kita akan memenangkan Senat. Saya pikir DPR lebih sulit,” tambahnya. Ketika seorang jurnalis bertanya seperti apa realitas baru di Washington dengan DPR yang dikuasai Partai Republik, Biden menjawab bahwa itu akan “lebih sulit.” Komentarnya muncul ketika Demokrat menghadapi persaingan yang menantang dari Partai Republik yang telah berkampanye besar-besaran tentang ketidakpopuleran Biden.
Bahwasannya Peringkat Kekuatan Fox News memprediksi Partai Republik akan menguasai DPR, sementara Senat tetap menjadi toss-up. Yang dimana terdapat memiliki 47 kursi Senat dan kemungkinan akan jatuh ke tangan demokrat sisa 49 ke tangan Republik, Arizona, Georgia, Nevada, dan Pennsylvania adalah balapan ketat akan menentukan partai mana memenangkan kendali Senat.
Peringkat Kekuatan Fox News juga memproyeksikan Partai Republik akan mendapatkan mayoritas DPR dengan total 236 kursi, menjadikannya mayoritas 19 kursi. Presiden AS menyerukan partai demokrat dalam mempertahankan demokrasi untuk mengalahkan partai republik yang dimana manaungi oleh mantan presiden Donald Trump, pemilu sela akan di gelar Selasa (8/11/22).
Yang dilansir AFP, Selasa (8/11/2022), bahwa seruan dilontarkan Biden saat hasil polling terbaru menunjukkan Partai Republik bisa merebut dominasi dalam House of Representatives (HOR) atau DPR AS dari Partai Demokrat. Jika itu terjadi maka Partai Demokrat akan kehilangan suara mayoritas yang selama ini dipegangnya.
Ditambah dengan isyarat dilemparkan Trump, kembali maju capres tahun 2024 mendatang, maka Partai Demokrat bersiap untuk hasil yang terburuk.






