Berdasarkan penilaian intelijen baru dari sebuah negara yang memantau perkembangan program senjata Iran, melaporkan bahwa Rusia dan Iran telah sepakat untuk memulai produksi drone serang di Rusia. Iran mulai memberikan cetak biru dan komponen drone ke Rusia setelah kesepakatan yang terjadi pada awal bulan November, sesuai dengan sumber yang mengetahui penilian itu.
Dilansir dari edition.cnn.com, pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa Teheran telah menyerahkan ratusan drone ke Rusia yang dapat memberikan efek mematikan di Ukraina. Di awal bulan November, pihak Iran mengakui bahwa mereka telah mengirimkan sejumlah drone ke Rusia beberapa bulan sebelum dimulainya invasi ke Ukraina.
Hossein Amir-Abdollahian, yang merupakan menteri luar negeri Iran, mengatakan kepada wartawan di Teheran, bahwa “beberapa negara barat menuduh Iran membantu perang di Ukraina dengan menyediakan drone dalam jumlah terbatas ke Rusia pada bulan-bulan sebelum dimulainya perang di Ukraina.” Ini merupakan langkah awal yang akan memperkuat hubungan kerjasama antara Teheran dan Moskow, dan kemungkinan dapat memicu kemarahan dari Ukraina serta sekutu baratnya termasuk Amerika Serikat.

Seorang juru bicara Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak menyangkal saran yang mengatakan bahwa Iran akan membantu Rusia dalam memproduksi drone, namun, Iran mengklaim untuk tetap mematuhi prinsip-prinsip “kedaulatan, kemandirian, persatuan, dan integritas teritorial.” Berdasarkan sebuah peryataan yang disampaikan kepada CNN, juru bicara tersebut berkata bahwa Iran dan Rusia “telah mempertahankan kerjasama pertahanan, ilmiah, dan penelitian bilateral,” selama bertahun-tahun.
Juru bicara tersebut mencatat bahwa bagian dari Resolusi Dewan Keamanan PBB yang membatasi pengiriman persenjataan tertentu ke atau dari Iran telah berakhir pada Oktober 2020, sehingga “Republik Islam Iran telah memprioritaskan peningkatan kerjasama pertahanan dengan negara-negara lain,” berdasarkan keterangan dari juru bicara itu. Tetapi, Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya, mengatakan bahwa penyediaan drone yang dilakukan oleh Iran kepada Rusia merupakan sebuah pelanggaran terhadap resolusi itu, dan menteri luar negeri G7 berkata dalam pernyataan bersama bahwa mereka “mendukung upaya di Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk meminta pertanggungjawaban Rusia dan Iran atas pelanggaran terang-terangan mereka terhadap UNSCR 2231.”





