Kuasa Allah, Seorang Bocah Selamat Usai 3 Hari Tertimpa Rumah Orang Tua

Bocah saat ditemukan setelah kejadian gempa (Photo : Damkar Bogor)
0 0
Read Time:1 Minute, 37 Second

Damkar Kabupaten Bogor merupakan bagian dari tim SAR gabungan. Bocah itu diselamatkan sekitar pukul 11.30 WIB siang tadi. “Tadi ya setelah pencarian hari ketiga, dari SAR gabungan, kita fokus mencari,” ucapnya. Arman menceritakan detik-detik penyelamatan bocah korban gempa itu. Mulanya, tim SAR sedang membongkar puing-puing di lokasi.

Upaya evakuasi terhadap korban gempa Cianjur yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan pada Rabu (23/11/2022) berhasil menyelamatkan seorang anak berusia enam tahun bernama Azka, kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suhariyanto. Azka berhasil dievakuasi setelah hampir 48 jam tertimbun tanpa makan dan minum di bawah reruntuhan rumah orang tuanya di wilayah Rawa Cina, Kecamatan Cugenang.

“(Azka) ditemukan di sebelah neneknya yang meninggal dunia,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers di Cianjur pada Rabu (23/11/2022). Selain itu, tim SAR gabungan juga menemukan tiga korban lainnya dalam keadaan meninggal dunia. Suhariyanto mengatakan sebanyak 40 orang masih berstatus hilang hingga Rabu sore.

Kondisi rumah yang ancur akibat terjadinya gempa di Cianjur (Photo : (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebanyak 6.000 personel tim SAR gabungan telah dikerahkan untuk upaya evakuasi, namun mereka menghadapi sejumlah kendala berupa cuaca hujan, akses jalan yang masih terputus, hingga gempa susulan yang masih terus terjadi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 171 kali gempa susulan di wilayah Cianjur dan sekitarnya hingga Rabu sore.

Cuaca pun diperkirakan akan hujan hingga Jumat. Sebelumnya, Kepala Badan SAR Nasional Henri Alfiandi menyatakan pencarian dan evakuasi korban gempa Cianjur mulai difokuskan pada desa-desa yang belum terjangkau. Setidaknya ada dua desa di Kecamatan Cugenang yang diidentifikasi masih terisolasi dan membutuhkan bantuan. Hari ketiga evakuasi pun, kata Henri, merupakan batas terakhir ‘golden time’ bagi korban gempa yang tertimbun reruntuhan untuk bisa diselamatkan.

Data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa menyatakan bahwa 268 orang meninggal dunia dan 151 korban masih hilang. Henri mengatakan jumlah korban hilang dan korban meninggal dipredikasi masih akan bertambah seiring upaya evakuasi yang masih berlangsung. (Ukhti Muti’ah)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Visited 1 times, 1 visit(s) today