Heboh beredar kabar bahwa erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur, Indonesia bisa berimbas menjadi tsunami di Jepang? Lalu benarkah kabar ini? Badan Meteorologi Jepang memang sempat memantau ancaman gelombang tsunami yang bisa saja terjadi di daerah pesisir negara itu sebagai imbas dari erupsi Gunung Semeru. Lantas, Jepang sudah memastikan tak ada ancaman tsunami di Okinawa akibat erupsi Gunung Semeru, seperti yang dikhawatirkan sebelumnya.
Mengutip seorang pejabat badan meteorologi nasional Jepang, kantor penyiaran publik NHK memastikan bahwa erupsi Gunung Semeru pada Minggu (4/12) tak akan memicu tsunami di Okinawa. Badan Meteorologi Jepang memang sempat menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki kemungkinan ancaman tsunami di dua wilayah Okinawa akibat erupsi Gunung Semeru. Seperti diberitakan Suara.Com. Okinawa merupakan prefektur di bagian paling selatan Jepang. Prefektur Okinawa terdiri dari ratusan pulau yang disebut Kepulauan Ryukyu dan membentuk rantaian kepulauan yang panjangnya melebihi 1.000 kilometer.

“Sekitar pukul 11.18 waktu lokal, letusan besar terjadi di Gungung Api Semeru. Jika tsunami terjadi akibat erupsi ini, waktu kejadiannya dalam waktu dekat,” demikian pernyataan badan tersebut. “Kami akan terus mengabari Anda tentang pengamatan tsunami ke depan,” bunyi pernyataan lembaga tersebut. Peringatan ini muncul setelah Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali memuntahkan Awan Panas Guguran (APG) pada Minggu pagi,
memaksa warga di sekitar gunung mengungsi.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) lantas menaikkan status Gunung Semeru ke level 4 atau Awas mulai pukul 12.00 WIB. Setelah status itu naik, Gunung Semeru terhitung sudah mengalami 22 kali letusan hingga pukul 18.00 WIB. Pembaruan tersebut disampaikan Badan Meteorologi Jepang setelah sebelumnya memperingatkan adanya kemungkinan tsunami. Namun beberapa waktu kemudian, Badan Meteorologi Jepang mencabut peringatan kemungkinan tsunami yang dipicu erupsi Gunung Semeru di Indonesia.
Lembaga penyiaran publik NHK mengutip Badan Meteorologi Jepang menyampaikan bahwa tidak ada dampak tsunami dari erupsi gunung berapi di Indonesia. Sementara itu, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, bahwa peringatan dari Meteorologi Jepang akan kemungkinan terjadinya tsunami akibat erupsi Gunung Semeru di Indonesia adalah sebagai antisipasi saja. Di mana erupsi Gunung Semeru dikhawatirkan menimbulkan letusan besar hingga gelombang kejut. (Ukhti Muti’ah)






